Notification

×

Milad ke-10 UM Bandung, Perkuat Kualitas Akademik Inovasi dan Riset Serta Kemitraan

Minggu, 14 Juni 2026 | 15.06 WIB Last Updated 2026-06-14T08:10:09Z


 

GEMARNEWS.COM, BANDUNG  – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung genap berusia 10 tahun. Memasuki satu dekade perjalanannya, UM Bandung terus menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, jumlah program studi, maupun kualitas layanan pendidikan. Ahad (14/6/2026)


Berawal dengan jumlah mahasiswa baru lima puluh orang pada tahun pertama berdiri, UM Bandung kini berkembang menjadi salah satu PTMA yang terus bertumbuh di Indonesia. Saat ini, UM Bandung memiliki dua puluh prodi yang berada di bawah lima fakultas, ditambah Magister Manajemen dan Prodi Profesi Apoteker.


Pada momentum Milad ke-10 yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kualitas kampus agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.


“Di usia sepuluh tahun ini, jumlah mahasiswa baru UM Bandung harus terus naik. Harapannya, jumlah mahasiswa kita ke depan dapat mencapai sepuluh ribu orang. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kerja keras dan kolaborasi kita untuk mewujudkan target tersebut,” ujar Herry dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hadirin.


Rektor melanjutkan bahwa mayoritas mahasiswa UM Bandung saat ini masih berasal dari Jawa Barat. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika perlu terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pengelolaan institusi, promosi, serta berbagai aspek pendukung lainnya agar kampus semakin dikenal dan diminati masyarakat luas.


Selain menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa, UM Bandung juga terus berupaya meraih akreditasi unggul dan mengembangkan program studi baru. Termasuk penambahan prodi magister yang saat ini tengah dalam proses perizinan.


Berbagai capaian telah diraih UM Bandung selama satu dekade terakhir. Di antaranya UM Bandung sudah punya gedung sendiri, penambahan fasilitas, meraih akreditasi institusi “Baik Sekali”, memperkuat sistem manajemen mutu, meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor, menambah prodi, serta mencatatkan berbagai prestasi di tingkat nasional hingga internasional.


“Ketika UM Bandung diresmikan, para pendiri dan perintis universitas ini sesungguhnya tidak sedang membangun sebuah kampus semata. Mereka sedang menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi masa depan yang memiliki keunggulan ilmu pengetahuan, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, dan karakter keislaman yang kuat,” tegasnya.


Oleh karena itu, Rektor pun mengajak seluruh sivitas akademika UM Bandung untuk terus berinovasi dan siap menghadapi perubahan zaman dengan semangat kemajuan yang menjadi ciri khas persyarikatan Muhammadiyah.


Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung Dadang Kahmad mengapresiasi perkembangan pesat yang telah dicapai kampus tersebut selama sepuluh tahun terakhir.


Menurutnya, dengan berbagai prodi dan fakultas yang terus berkembang, UM Bandung telah menjadi bagian penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berjiwa kewirausahaan.


“Momentum satu dekade ini tidak sekadar perayaan perjalanan waktu. Namun, juga menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan memperkuat tekad menuju masa depan UM Bandung yang lebih gemilang,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.


Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendiri, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membangun dan membesarkan UM Bandung hingga mencapai berbagai capaian saat ini.


Dadang berharap usia ke-10 tahun menjadi pijakan bagi UM Bandung untuk melompat lebih tinggi melalui penguatan kualitas akademik, peningkatan inovasi dan riset, perluasan kemitraan, serta peningkatan kontribusi bagi masyarakat.


“Semoga UM Bandung senantiasa menjadi pusat keunggulan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai Islam berkemajuan yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” katanya.


Perayaan Milad ke-10 UM Bandung tahun ini juga dimeriahkan dengan Lomba Kreasi Nasi Goreng antar-prodi yang berlangsung sejak pagi hari. Kegiatan tersebut diikuti para dekan, Kaprodi, dan dosen dari berbagai fakultas.


Suasana kompetisi berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah berbagai bahan masakan menjadi sajian nasi goreng terbaik.


Adapun penilaian lomba dilakukan langsung oleh Rektor UM Bandung, para Wakil Rektor, serta jajaran pimpinan universitas lainnya. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan semangat kekeluargaan di lingkungan UM Bandung dalam menyambut satu dekade perjalanan kampus.*(FA/FK)

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update