GEMARNEWS.COM | BANDA ACEH – Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, M.I.kom atau yang akrab disapa Om Sur, mengapresiasi antusiasme masyarakat Aceh, khususnya kalangan Generasi Z, yang tetap bertahan mengikuti tausiyah Ustaz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. meski hujan mengguyur lokasi Bhayangkara Fest 2026 di Lapangan Merah Polda Aceh, Jumat malam (19/6/2026).
Menurut Om Sur, semangat ribuan jamaah yang tidak beranjak dari lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh masih memiliki kecintaan yang kuat terhadap majelis ilmu dan dakwah Islam.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh masyarakat Aceh, terutama anak-anak muda dan Generasi Z yang tetap bertahan mendengarkan tausiyah Ustaz Adi Hidayat walaupun hujan turun. Ini menunjukkan semangat menuntut ilmu agama di Aceh masih sangat tinggi,” ujar Om Sur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, termasuk para wali kota dan bupati se-Aceh. Hadir pula Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, yang ikut menyaksikan antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan Bhayangkara Fest 2026.
Selain memberikan apresiasi kepada masyarakat, Om Sur juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia dan jajaran penyelenggara Bhayangkara Fest 2026 yang dinilai berhasil menghadirkan suasana yang tertib, aman, nyaman, dan humanis bagi para pengunjung.
Ia menilai tudingan sebagian pihak yang menyebut kegiatan tersebut melanggar syariat Islam tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Menurutnya, sejak awal kedatangan peserta, panitia telah menerapkan pengaturan yang memperhatikan nilai-nilai syariat Islam dan kearifan lokal Aceh.
“Ada yang mengatakan acara ini melanggar syariat. Namun faktanya, sejak masyarakat datang ke lokasi, panitia telah mengarahkan dan menuntun peserta dengan baik. Jamaah perempuan diarahkan ke sisi kanan, sementara jamaah laki-laki ke sisi kiri. Ini menunjukkan panitia tetap memperhatikan norma dan nilai-nilai syariat yang berlaku di Aceh,” tegasnya.
Om Sur menilai pengaturan tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggara tidak hanya fokus pada kesuksesan acara, tetapi juga berupaya menjaga kenyamanan, ketertiban, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas masyarakat Aceh.
“Saya juga mengapresiasi seluruh panitia Bhayangkara Fest 2026 yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Suasana yang tercipta sangat humanis, damai, tertib, dan nyaman. Masyarakat yang hadir merasa aman dan menikmati kegiatan dengan penuh kekeluargaan,” tambahnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam Bhayangkara Fest 2026 dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh pelaksanaan kegiatan publik yang mengedepankan nilai edukasi, dakwah, persatuan, serta kedekatan antara masyarakat dengan institusi negara.
Bhayangkara Fest 2026 merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang menghadirkan berbagai kegiatan sosial, budaya, hiburan, dan keagamaan. Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh, termasuk kalangan generasi muda, menunjukkan tingginya dukungan publik terhadap kegiatan yang mengedepankan semangat kebersamaan, persaudaraan, serta nilai-nilai religius di Tanah Rencong.