Notification

×

Rumah Sakinah Muhammadiyah Gelar Masterclass “Sakinah yang Tertunda”, Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga di Tengah Tantangan Zaman

Kamis, 18 Juni 2026 | 17.42 WIB Last Updated 2026-06-18T10:42:07Z


 

GEMARNEWS.COM, JAKARTA – Rumah Sakinah Muhammadiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui penyelenggaraan Masterclass bertajuk “Sakinah yang Tertunda”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor RW 013, Jakarta Pusat, tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pasangan suami istri, calon pasangan, tokoh masyarakat, hingga individu yang memiliki perhatian terhadap isu keharmonisan dan kesejahteraan keluarga. (18/6/2026)

 

Masterclass ini diselenggarakan sebagai ruang belajar dan refleksi bersama mengenai berbagai tantangan yang dihadapi keluarga masa kini. Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan rumah tangga, tekanan ekonomi, perubahan sosial, hingga tantangan komunikasi antaranggota keluarga, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat fondasi keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya.

 

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Murni yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh makna. Selanjutnya, Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, M. Arif An, S.H., M.H., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

 

Dalam sambutannya, M. Arif menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil sekaligus fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat sering kali berakar dari lemahnya ketahanan keluarga. Oleh karena itu, upaya penguatan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan.

 

“Keluarga yang sehat dan harmonis merupakan modal penting bagi terwujudnya masyarakat yang berkemajuan. Karena itu, Rumah Sakinah Muhammadiyah hadir untuk menjadi mitra masyarakat dalam membangun keluarga yang tangguh, penuh kasih sayang, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya.

 

Sebagai narasumber utama, kegiatan ini menghadirkan Coach M. Arfaini Alif, M.Pd., M.A., CPHR., CBA, seorang Transformational Islamic Coach, Islamic Counselor, dan Psychotherapist yang telah berpengalaman dalam bidang pengembangan diri, konseling keluarga, serta pendampingan psikologis berbasis nilai-nilai Islam.

 

Melalui pendekatan Power of Heart Coaching, Coach Arfaini mengajak peserta untuk memahami berbagai faktor yang kerap menjadi penyebab munculnya konflik dalam keluarga. Ia menjelaskan bahwa banyak persoalan rumah tangga sebenarnya tidak semata-mata disebabkan oleh masalah ekonomi atau perbedaan karakter, melainkan karena lemahnya komunikasi, ketidakmampuan mengelola emosi, serta minimnya kesadaran untuk saling memahami kebutuhan pasangan dan anggota keluarga lainnya.

 

Dalam paparannya, Coach Arfaini menekankan bahwa konsep keluarga sakinah tidak identik dengan keluarga yang bebas dari persoalan. Sebaliknya, keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu mengelola perbedaan, menghadapi ujian kehidupan, dan terus bertumbuh bersama dengan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman.

 

“Keluarga sakinah bukan keluarga tanpa konflik. Konflik adalah bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah bagaimana setiap anggota keluarga mampu mengelola konflik tersebut dengan komunikasi yang sehat, sikap saling menghargai, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya.

 

Selama sesi berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti berbagai materi yang disampaikan. Tidak hanya mendengarkan paparan, peserta juga diajak terlibat dalam diskusi interaktif, refleksi diri, serta berbagi pengalaman yang berkaitan dengan dinamika kehidupan keluarga. Berbagai persoalan yang sering muncul dalam rumah tangga, seperti kesalahpahaman komunikasi, pengasuhan anak, pengelolaan emosi, hingga tantangan menjaga keharmonisan pasangan, dibahas secara terbuka dalam suasana yang hangat dan konstruktif.

 

Interaksi yang aktif antara narasumber dan peserta menjadikan kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menghadirkan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak peserta mengaku memperoleh perspektif baru tentang pentingnya membangun komunikasi yang empatik, memperkuat kualitas hubungan keluarga, dan mengembangkan kebiasaan positif dalam rumah tangga.

Melalui penyelenggaraan Masterclass “Sakinah yang Tertunda”, Rumah Sakinah Muhammadiyah berharap dapat terus menjadi pusat edukasi, konsultasi, dan pemberdayaan keluarga bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga Indonesia sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berakhlak mulia.

 

Sejalan dengan semangat tersebut, Rumah Sakinah Muhammadiyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus belajar dan bertumbuh bersama dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

 

“Merawat keluarga bukan berarti menunggu semua masalah selesai. Merawat keluarga adalah proses belajar untuk saling memahami, saling menguatkan, dan terus bertumbuh bersama dalam setiap keadaan.”

 

Tentang Rumah Sakinah Muhammadiyah

Rumah Sakinah Muhammadiyah merupakan lembaga layanan sosial yang berfokus pada pendampingan keluarga, perempuan, anak, serta kelompok masyarakat rentan. Melalui berbagai program edukasi, konseling, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat, Rumah Sakinah Muhammadiyah berupaya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan, Rumah Sakinah Muhammadiyah terus berkomitmen menghadirkan layanan yang mampu membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga dan sosial. (*)

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update