![]() |
| Doc. Gemarnews.com |
GEMARNEWS.COM – Sebuah spanduk yang memuat kritik terhadap Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau yang akrab disapa Syeh Muharram, terpantau terpasang di Jalan Banda Aceh–Medan, tepatnya di Desa Tanjung, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (13/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Spanduk tersebut dipasang di kawasan perbatasan antara Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, yang merupakan salah satu jalur utama dengan tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, spanduk tersebut menampilkan foto Muharram Idris bersama sejumlah rekannya saat membentangkan bendera Bulan Bintang. Selain itu, terdapat tulisan yang berbunyi, _“Bupati GAM, bukan Bupati RI, rakyat saba dile 5 thon, #BEKSYEHSYOH,”_ yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “Bupati GAM, bukan Bupati RI, rakyat sabar dulu lima tahun, #JanganBegaduh.”
Isi spanduk tersebut dinilai mengandung kritik terhadap kepemimpinan dan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Narasi yang disampaikan berpotensi menimbulkan beragam tanggapan di tengah masyarakat, khususnya terkait isu politik dan tata kelola pemerintahan daerah.
Keberadaan spanduk itu juga berpotensi memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat maupun tokoh politik setempat, mengingat pesan yang disampaikan berkaitan langsung dengan figur kepala daerah yang sedang menjabat.
Sejumlah pihak menduga pemasangan spanduk tersebut berkaitan dengan ketidakpuasan kelompok tertentu terhadap kepemimpinan Bupati Aceh Besar. Dugaan tersebut muncul setelah sebelumnya beredar pemberitaan yang memuat kritik terkait dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam pengelolaan proyek pemerintah daerah, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, melalui salah satu media daring pada 9 Juni 2026.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan spanduk tersebut maupun motif yang melatarbelakanginya. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga belum memberikan keterangan resmi terkait keberadaan spanduk yang menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan tersebut.
