Gemarnews.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi pendidikan nasional dengan memperluas akses pengembangan kompetensi guru melalui Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA). Program yang dapat diakses melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan ini memungkinkan guru di seluruh Indonesia belajar kapan saja dan dari mana saja tanpa harus meninggalkan tugas mengajar.Selasa , 14 / 7 /2026.
Peluncuran program dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (9/7/2026). Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses peningkatan kompetensi guru sekaligus mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai agen pembelajaran sekaligus agen peradaban. Karena itu, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi digital.
"Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan murid, tetapi juga menanamkan nilai dan karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tetapi yang terus mau belajar. Digitalisasi adalah arusnya, dan Ruang GTK menjadi ruang bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensinya," ujar Abdul Mu'ti.
Melalui platform digital tersebut, guru dapat mengakses berbagai materi pembelajaran berupa modul interaktif, video, hingga penguatan materi bersama fasilitator melalui webinar. Model pelatihan ini memberikan fleksibilitas bagi guru untuk belajar tanpa terkendala jarak, waktu, maupun biaya perjalanan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pelaksanaan PM-KKA pada tahun 2026 merupakan penguatan dari program yang telah dimulai sejak 2025. Jika sebelumnya lebih berfokus pada tahap persiapan dan percontohan, kini implementasi diarahkan pada penguatan pembelajaran berbasis mata pelajaran dengan memaksimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
"Kami ingin memastikan filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar diterapkan di ruang-ruang kelas, bukan sekadar menjadi konsep," kata Nunuk.
Pelaksanaan PM-KKA tahun 2026 dilakukan melalui dua jalur utama. Jalur pertama adalah pelatihan reguler secara luring melalui forum KKG dan MGMP menggunakan metode Teacher Experimental Training (TET). Dalam metode ini, sekolah menjadi laboratorium pembelajaran tempat guru merancang solusi terhadap persoalan nyata di kelas, mengimplementasikannya, lalu melakukan refleksi bersama rekan sejawat.
Sementara jalur kedua dilaksanakan secara daring melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Guru dapat mengikuti Pelatihan Mandiri dengan memanfaatkan modul digital, video pembelajaran, serta webinar bersama fasilitator. Selain itu, tersedia pula Diklat Bauran melalui Learning Management System (LMS) yang mengombinasikan pembelajaran mandiri dengan pendampingan secara terstruktur.
Melalui kombinasi pelatihan luring dan daring tersebut, Kemendikdasmen menargetkan lebih dari 300.000 guru dan tenaga kependidikan dari sekitar 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dapat mengikuti PM-KKA sepanjang tahun 2026.
Kemendikdasmen berharap program ini mampu mempercepat peningkatan kompetensi guru dalam menguasai pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial sehingga kualitas proses belajar mengajar semakin meningkat. Pada akhirnya, transformasi kompetensi guru diharapkan berdampak langsung terhadap lahirnya peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta siap menghadapi tantangan era digital. Pungkasnya.