GEMARNEWS.COM | ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara mengeluarkan Surat Edaran tentang Gerakan Mendampingi dan Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak dan edukatif.
Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM, (Ayah Wa) melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara H. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, mengatakan gerakan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta menggembirakan sejak hari pertama anak memasuki sekolah.
"Hari pertama sekolah merupakan momentum penting bagi peserta didik. Karena itu, kami mengimbau seluruh orang tua atau wali murid untuk meluangkan waktu mengantar dan mendampingi anak-anaknya ke sekolah pada hari pertama masuk, Senin, 13 Juli 2026," kata Jamaluddin, menyampaikan pesan Bupati Aceh Utara, pada media, Rabu, (8/7/2026).
Menurutnya, kehadiran orang tua di hari pertama sekolah bukan hanya sebatas mengantar anak hingga gerbang sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan membangun komunikasi yang baik dengan kepala sekolah, wali kelas, dan guru sebagai mitra dalam mendidik anak.
Selain mengimbau masyarakat, surat edaran tersebut juga meminta seluruh kepala satuan pendidikan di Aceh Utara agar mempersiapkan pelaksanaan hari pertama sekolah dengan sebaik-baiknya serta mengajak orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan tersebut.
Bupati juga mengharapkan seluruh unsur pimpinan daerah, ASN, pimpinan instansi vertikal, TNI, Polri, BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta yang memiliki anak usia sekolah dapat memberikan teladan dengan mengantar putra-putrinya ke sekolah. Bahkan, bagi ASN diberikan kelonggaran waktu memulai aktivitas kedinasan setelah selesai mendampingi anak ke sekolah.
Dalam surat edaran itu juga ditegaskan bahwa pelaksanaan MPLS harus berlangsung secara edukatif, kreatif, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan. Kegiatan difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, budaya sekolah, tata tertib, sarana prasarana, serta penanaman karakter peserta didik.
Jamaluddin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap gerakan tersebut mampu mempererat hubungan antara orang tua dan sekolah sehingga tercipta kolaborasi yang kuat dalam mendukung tumbuh kembang serta pembentukan karakter generasi penerus Aceh Utara.
"Melalui gerakan ini, kita ingin membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama," pungkasnya.