Notification

×

Heboh di Pidie Jaya! Ustad Azhar Luncurkan Inovasi KBM-LIPRO26 Bimbing Anak Belajar Agama Lewat Gadget, Tuai Pujian Tokoh Pendidikan

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18.04 WIB Last Updated 2026-07-04T11:04:49Z
GEMARNEWS.COM, PIDIE JAYA – Di tengah meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap kecanduan gadget pada anak selama liburan sekolah, sebuah inovasi pendidikan berbasis digital hadir menawarkan solusi. Melalui Sistem Belajar Mandiri Liburan Produktif 2026 (KBM-LIPRO26), anak-anak diajak memanfaatkan gawai bukan untuk bermain gim atau berselancar di media sosial, melainkan untuk memperdalam ilmu agama dan mengembangkan berbagai keterampilan positif.

Platform yang diluncurkan pada Minggu (5/7/2026) di Komplek Yayasan Usman Bin Affan Dzu Nurain, Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya itu merupakan karya Azhar Kiran, seorang pendidik yang dikenal dengan berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Peraih Guru Inovasi Aceh Tahun 2022 dan PGM Award tingkat nasional tahun 2025 tersebut menjelaskan bahwa KBM-LIPRO26 dirancang agar waktu penggunaan gadget oleh anak berubah menjadi aktivitas yang bernilai ibadah sekaligus meningkatkan kompetensi keagamaan.

"Teknologi tidak harus dijauhi, tetapi harus diarahkan. Melalui platform ini, gadget menjadi media belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter religius anak," ujar Azhar Kiran.

KBM-LIPRO26 diperuntukkan bagi siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga santri dayah. Sistem pembelajarannya mengandalkan video tutorial interaktif yang dapat diputar berulang kali sehingga peserta lebih mudah memahami dan mempraktikkan setiap materi secara mandiri.

Materi yang disediakan cukup beragam, mulai dari tartil, tahfiz Al-Qur'an, tilawah, syarhil Qur'an, fahmil Qur'an, azan, iqamah, praktik salat, hingga kaligrafi Islam. Selain itu, peserta juga memperoleh pembelajaran nasyid, qasidah, menggambar, mewarnai, puitisasi Islam, percakapan empat bahasa (Aceh, Indonesia, Arab, dan Inggris), pelatihan Master of Ceremony (MC), khutbah Jumat, pidato, serta kepemimpinan.

Seluruh materi tersebut juga dipersiapkan sebagai bekal bagi peserta yang ingin mengikuti berbagai ajang prestasi keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), maupun Musabaqah Tunas Ramadan (MTR).

Yang menarik, platform ini menerapkan sistem evaluasi harian. Setiap peserta diwajibkan mengirimkan dokumentasi berupa foto, video, maupun rekaman audio hasil praktik belajar sebelum waktu Magrib. Orang tua turut dilibatkan dalam proses pendampingan melalui grup WhatsApp yang menjadi media komunikasi antara peserta dan pembimbing.

Peluncuran KBM-LIPRO26 dihadiri ratusan guru dan wali murid. Hadir pula Kepala SD IT Usman Bin Affan, Bunda Halida Zia, S.Sos., serta Kepala TK, Bunda Laila Shabira, S.Pd.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya, Hj. Juairiah, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut.

"Ini adalah langkah konkret yang luar biasa. KBM-LIPRO26 bukan hanya mengisi waktu liburan, tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi muda. Di tengah derasnya arus digital, platform ini berhasil menjadikan gadget sebagai media dakwah dan pembelajaran yang menyenangkan," ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, program tersebut menjadi solusi atas keresahan para orang tua menghadapi anak yang sulit melepaskan diri dari telepon pintar saat liburan.

"Biasanya setiap liburan anak sibuk bermain game atau media sosial. Sekarang mereka justru semangat membuka video pembelajaran dan berlatih setiap hari. Kewajiban menyetor tugas sebelum Magrib membuat anak lebih disiplin dan bertanggung jawab. Kami sebagai orang tua sangat terbantu," tuturnya.

Menutup peluncuran program, Azhar Kiran berharap KBM-LIPRO26 dapat menjadi model pembelajaran pendamping yang dapat diterapkan di berbagai sekolah, madrasah, maupun dayah di Indonesia.

Menurutnya, jika teknologi dimanfaatkan secara tepat, maka gadget tidak lagi menjadi ancaman bagi generasi muda, melainkan menjadi sarana membangun akhlak, meningkatkan kompetensi keagamaan, serta menjadi ladang amal jariyah bagi semua pihak yang berkontribusi dalam pendidikan. Pungkasnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update