GEMARNEWS.COM, JAKARTA – Pro Jurnalismedia Siber (PJS) semakin memantapkan langkah untuk menjadi organisasi konstituen Dewan Pers. Upaya tersebut ditandai dengan audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS bersama jajaran pimpinan Dewan Pers di Kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung menjelang Musyawarah Nasional (Munas) III PJS itu menjadi momentum penting bagi organisasi dalam menyampaikan perkembangan kelembagaan sekaligus kesiapan memenuhi persyaratan sebagai konstituen Dewan Pers.
Ketua Umum PJS, Mahmud Marhaba, memimpin langsung rombongan yang turut didampingi Sekretaris Jenderal Abdul Rasyid Zaenal, Ketua Bidang Humas Muhammad Yasir, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Wiwin Alfianti, serta pengurus DPD PJS DKI Jakarta, Faqihu.
Sementara dari Dewan Pers, rombongan diterima Wakil Ketua Dewan Pers Toto Suryanto bersama Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Yogi Hadi Ismanto, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Abdul Manan, Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Maha Eka Swasta, serta Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Muhammad Jazuli.
Dalam pemaparannya, Mahmud menjelaskan perjalanan PJS sejak berdiri pada 2022. Menurutnya, organisasi kini telah memiliki kepengurusan di 25 provinsi dengan jumlah anggota lebih dari seribu orang.
Ia menegaskan, orientasi PJS bukan semata memperoleh status sebagai konstituen Dewan Pers, melainkan memperkuat pembinaan terhadap wartawan agar memiliki kompetensi, profesionalisme, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
«"Kami melihat masih banyak pelaku pers yang belum mendapatkan pembinaan secara memadai sehingga kerap diberi stigma negatif. PJS hadir untuk merangkul mereka menjadi wartawan yang profesional dan kompeten. Saat ini banyak anggota kami yang telah lulus Uji Kompetensi Wartawan," kata Mahmud.»
Dalam sesi dialog, Wakil Ketua Dewan Pers Toto Suryanto mempertanyakan motivasi PJS menjadi organisasi konstituen. Pertanyaan tersebut dijawab Mahmud dengan menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama organisasi sejak awal berdiri.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, menyatakan Dewan Pers terbuka bagi organisasi pers yang ingin menjadi konstituen selama memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Menurut Yogi, proses verifikasi bukan dimaksudkan untuk mempersulit organisasi, melainkan memastikan setiap konstituen memiliki tata kelola organisasi yang baik, kepengurusan yang aktif, serta komitmen menjaga profesionalisme pers.
«"Dewan Pers tidak akan mempersulit organisasi yang ingin menjadi konstituen. Sepanjang seluruh persyaratan terpenuhi, proses akan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Yogi.»
Ia menambahkan, semakin banyak organisasi pers yang memenuhi standar sebagai konstituen akan memberikan kontribusi positif bagi penguatan ekosistem pers nasional. Namun demikian, kualitas organisasi tetap menjadi aspek utama yang diperhatikan.
Dalam pertemuan tersebut, pimpinan Dewan Pers juga memberikan sejumlah masukan agar PJS terus memperkuat pembinaan anggota, meningkatkan kualitas organisasi, serta memastikan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. PJS dijadwalkan menyerahkan kelengkapan dokumen sebagai bagian dari proses verifikasi yang direncanakan berlangsung pada 23 Juli 2026.
Pada hari yang sama, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) juga melakukan audiensi dengan Dewan Pers. Langkah kedua organisasi tersebut mencerminkan meningkatnya komitmen berbagai organisasi pers untuk memperkuat profesionalisme wartawan dan membangun ekosistem pers Indonesia yang independen, berkualitas, serta bertanggung jawab.