Notification

×

Dari Peserta MTQ hingga Wamendikdasmen, Fajar Kembali ke Gorontalo Menguatkan PPG di UMGO

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21.37 WIB Last Updated 2026-08-18T14:37:06Z


 

GEMARNEWS.COM, GORONTALO — Dua puluh enam tahun lalu, Fajar Riza Ul Haq datang ke Gorontalo sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional. Kini, ia kembali sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) untuk menguatkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).



“Alhamdulillah, pagi ini saya kembali menginjakkan kaki di Gorontalo. Tahun 2000, saya datang sebagai mahasiswa UMS dan peserta MTQ nasional. Saat itu, saya menempuh perjalanan selama dua hari dengan kapal dari Surabaya dan dibiayai oleh kampus,” kenang Fajar saat mengunjungi UMGO, Selasa (18/8/2026).


Kunjungan pada 2026 merupakan kedatangan ketiga Fajar ke Gorontalo. Setelah datang sebagai mahasiswa pada 2000 dan kembali pada 2013, kali ini ia hadir sebagai pejabat negara dan diterima melalui prosesi adat Gorontalo.



Di UMGO, Fajar disambut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo Dr. Sabara Karim, Rektor UMGO Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd., jajaran pimpinan Persyarikatan dan universitas, serta mahasiswa PPG.



Ketua PWM Gorontalo Dr. Sabara Karim menyampaikan bahwa Muhammadiyah terus berikhtiar memperkuat kontribusinya melalui pendidikan. Saat ini terdapat 58 sekolah Muhammadiyah di Gorontalo dengan kondisi dan tingkat kemandirian yang beragam.



“Sebagian sudah mandiri dan sebagian lainnya masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, optimisme harus terus kita jaga. Kehadiran Pak Wamen Fajar memberikan semangat bagi kami untuk terus membangun dan memperbaiki sekolah-sekolah Muhammadiyah di Gorontalo,” ujarnya.



Sementara itu, Rektor UMGO Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd. menegaskan komitmen UMGO untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dan penyiapan guru profesional. Kepercayaan pemerintah kepada UMGO untuk menyelenggarakan PPG menjadi penyemangat bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.



“UMGO akan terus mendukung penguatan pendidikan dan mempersiapkan calon guru yang profesional. Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Wamen karena menjadi tambahan semangat bagi kami untuk terus membangun pendidikan yang lebih baik,” kata Abd. Kadim.



Fajar mengapresiasi kepercayaan pemerintah kepada UMGO untuk menyelenggarakan PPG. Menurutnya, kehadiran program tersebut semakin memperkuat posisi strategis UMGO dalam menyiapkan guru profesional yang dibutuhkan masyarakat dan berbagai layanan pendidikan baru.



“PPG membuat UMGO semakin strategis. Kita membutuhkan guru yang kompeten, profesional, dan memiliki panggilan untuk mendidik. Karena itu, adik-adik peserta PPG harus terus meningkatkan kompetensi dan menyalakan optimisme untuk menjadi guru terbaik,” ujarnya.



Fajar menjelaskan bahwa pemerintah terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru. Selain memperluas PPG dan sertifikasi, pemerintah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) langsung ke rekening guru agar lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.



“Komitmen Presiden Prabowo sangat jelas: kompetensi guru harus meningkat dan kesejahteraannya juga harus diperkuat. PPG menyiapkan profesionalismenya, sedangkan TPG merupakan ikhtiar pemerintah meningkatkan kesejahteraan. Keduanya harus bermuara pada pembelajaran yang lebih bermutu,” katanya.



Fajar menegaskan bahwa lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat merupakan mitra negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kontribusi Muhammadiyah melalui sekolah dan perguruan tinggi telah membantu pemerintah memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.



“Gorontalo berkembang dengan kontribusi Muhammadiyah. Membantu Muhammadiyah berarti membantu pemerintah karena lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat adalah mitra negara,” tuturnya.



Ia juga mendorong UMGO dan Muhammadiyah di Gorontalo terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan. Kemajuan Muhammadiyah, menurutnya, tidak hanya diukur dari bertambahnya amal usaha, tetapi juga dari kiprah kader dan alumninya di tengah masyarakat.



Fajar mengatakan bahwa kunjungannya ke UMGO juga merupakan bagian dari amanat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, agar kader Muhammadiyah yang mendapat amanah di pemerintahan tetap menyapa dan menguatkan Persyarikatan ketika menjalankan tugas di daerah.



“Karena dari Muhammadiyah kami berasal. Saya mendorong Muhammadiyah terus berkiprah, memperkuat kemitraan, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Gorontalo,” ungkapnya.



Dua puluh enam tahun setelah datang sebagai mahasiswa UMS dan peserta MTQ, Fajar kembali ke Gorontalo membawa tanggung jawab berbeda. Namun, semangatnya tetap sama: menjadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian dan memperkuat peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan serta memajukan kehidupan bangsa. (*)

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update