GEMARNEWS.COM, PIDIE — Semangat belajar dan keberanian tampil dalam kompetisi ditunjukkan Muhammad Al Fatih, siswa kelas II SD Sukma Bangsa Pidie. Di usia yang masih sangat muda, Al Fatih berani mengikuti Lomba Berhitung Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) ke-31 Tahun 2026 yang juga menyambut HUT Pidie Ke. 515 digelar di Gedung GOR Taekwondo PCC Pidie, Minggu (30/8/2026).
Muhammad Al Fatih merupakan putra dari pasangan Iskandar dan Maryamah. Ia lahir di Desa Rambong, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Al Fatih menunjukkan semangat belajar serta keberanian untuk mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengasah kemampuan akademik maupun mental.
Keikutsertaannya dalam lomba berhitung yang diselenggarakan Fakultas Teknik USK menjadi pengalaman berharga. Kompetisi tersebut diikuti sebanyak 102 peserta dari jenjang SD dan MIN se-Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
Dalam perlombaan tersebut, peserta diberikan waktu terbatas untuk menyelesaikan soal-soal berhitung. Al Fatih mampu menyelesaikan tantangan dengan hasil yang membanggakan.
Dari 102 peserta yang mengikuti kompetisi, Muhammad Al Fatih berhasil meraih peringkat ke-11. Perlombaan berlangsung dengan batas waktu 6 menit, dengan total 24 soal yang harus dikerjakan peserta.
Prestasi tersebut menjadi catatan positif bagi Al Fatih yang masih duduk di kelas II SD. Meski usianya masih tergolong muda, ia telah berani menguji kemampuan di tengah kompetisi yang diikuti puluhan pelajar lainnya.
Bagi Al Fatih, lomba tersebut bukan hanya tentang mendapatkan peringkat. Lebih dari itu, kompetisi menjadi kesempatan untuk belajar menghadapi tekanan, meningkatkan konsentrasi, melatih kecepatan berpikir, sekaligus membangun rasa percaya diri.
Kebanggaan Orang Tua
Bagi kedua orang tuanya, Iskandar dan Maryamah, keikutsertaan Al Fatih dalam lomba tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.
Mereka berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi putranya untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan dan tidak takut mencoba berbagai kegiatan positif.
Menurut keluarga, setiap kesempatan yang memberikan ruang bagi Al Fatih untuk belajar dan berkompetisi merupakan bagian dari proses membangun mental serta kemampuan anak sejak dini.
Peringkat ke-11 dari 102 peserta juga menjadi penyemangat agar Al Fatih tidak cepat puas. Hasil tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih baik pada kompetisi-kompetisi berikutnya.
Asah Kemampuan Numerasi Sejak Dini
Lomba berhitung Fakultas Teknik USK ke-31 Tahun 2026 menjadi salah satu wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan numerasi sejak dini.
Kompetisi seperti ini tidak hanya menguji kemampuan siswa dalam menghitung dan menyelesaikan soal, tetapi juga melatih konsentrasi, ketelitian, kecepatan berpikir, kedisiplinan serta keberanian menghadapi tantangan.
Keberanian Muhammad Al Fatih untuk mengikuti kompetisi di usia dini menjadi pengalaman penting dalam perjalanan pendidikannya.
Dengan dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan, Al Fatih diharapkan terus mengasah kemampuan akademiknya serta berani mengikuti berbagai kompetisi lainnya di masa mendatang.
Bagi orang tua, sebuah prestasi tidak selalu harus dimulai dengan menjadi juara pertama. Keberanian untuk mencoba, belajar dari pengalaman dan terus berkembang merupakan bagian penting dari perjalanan seorang anak menuju masa depan.
Muhammad Al Fatih telah memulainya dari sebuah langkah sederhana: berani tampil, berani berkompetisi, dan berani menguji kemampuan.
Dari Desa Rambong untuk prestasi, semoga langkah kecil Al Fatih hari ini menjadi awal dari prestasi-prestasi besar di masa depan.