Foto saat tim gabungan melakukan sosialisasi Peukong Agama di jalan H.ilyas dan sekitarnya di pusat Kota Kecamatan Blangpidie
GEMARNEWS.COM BLANGPIDIE - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Bersama Dengan Dinas Syariat islam Kabupaten Aceh barat daya (Abdya) semakin gencar meningkatkan Sosialisasi peraturan Bupati (Perbup) Abdya No 41 tentang Peukong Agama, kali ini Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Tgk Ahmad Dahlan dan Juga Ulama seperti Tgk. Ahmad Azhar Hasan (dikenal sebagai Abati) Ikut serta pada kegiatan tersebut, Jumat (21/8/2026)
Kegiatan yang dimulai pada pukul 05.00 Wib sore menjelang magrib ini langsung dipimpin oleh Kepala Satuan (Kasatpol PP dan WH) Hamdi S.STP, M,Si beserta kepala dinas syariat Islam (DSI) Abdya H. Muhammad Rasyid, S.Ag., M.M.
Dalam keterangan nya Kasatpol PP dan WH Abdya Hamdi mengatakan bahwa sosialisasi Perbup No 41 tentang Peukong Agama akan terus ditingkatkan, agar masyarakat terbiasa dalam menerapkan Perbup ini dalam kehidupan sehari hari, untuk itu diperlukan pendekatan persuasif dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terbiasa melaksanakan poin poin yang terdapat pada Perbup tersebut.
" Kita saat ini masih terus melakukan sosialisasi tentang penerapan Perbup No 41 tentang Peukong Agama di Abdya, kali ini kita turun dengan tim gabungan, ada Ketua MPU, Ulama, dan DSI, dengan harapan agar penyampaian dan pemahaman dari sosialisasi ini lebih bagus lagi, sehingga para pedagang, pemilik warung dan masyarakat bisa lebih mengerti kenapa harus kita terapkan poin poin yang ada di perbup Peukong Agama, apalagi tentang pentingnya menutup tempat usaha sementara saat masuk waktu shalat wajib tiba" ujarnya.
Hamdi juga menghimbau kepada para pedagang dan pemilik warung yang ada di seputaran kota Blangpidie dan sekitarnya agar bisa mengubah kebiasaan dan kesadaran untuk menerapkan isi dari perbup tersebut, sehingga tidak selalu di awasi terus , apalagi himbauan hampir setiap hari dilakukan.
Sementara itu Kepala DSI Abdya . H. Muhammad Rasyid, S.Ag., M.M. juga menyampaikan hal yang sama karena tujuan dari perbup Peukong Agama ini nantinya untuk masyarakat juga, memperkuat pelaksanaan Syariat Islam dan menjadikannya sebagai benteng moral serta ruh kehidupan masyarakat.
" Perbup tentang Peukong Agama ini sangat positif sekali jika benar benar diterapkan di kehidupan masyarakat Abdya, makanya kenapa kita tidak bosan bosannya melakukan sosialisasi, ini kan bernilai ibadah, mengajak ke arah kebaikan" ujarnya
Tim gabungan ini mulai bergerak ke wilayah pusat kota Blangpidie di jalan H ilyas dan sekitarnya,, dimana kawasan ini merupakan sentral aktivitas masyarakat pasar jual beli, para pedagang diingatkan agar tidak melayani pembeli minimal 15 menit saat masuk waktu shalat magrib, menutup warungnya sementara dan menunaikan shalat berjamaah di mesjid, mushola dan sebagainya.
" Ibadah itu yang utama, rezeki sudah ada yang mengatur, para pedagang tidak usah takut, semua sudah ada rezekinya, tapi jangan lupa bahwa yang memberi rezeki itu adalah Allah SWT, kita hanya berusaha saja, tapi kalau ibadah seperti shalat kita abaikan itu adalah dosa besar, Shalat amal yang pertama kali dihisab. Orang yang melalaikan shalat akan mendapat rugi di dunia, inilah kenapa perlunya pemerintah menerapkan Perbup ini " ujar ulama Tgk. Ahmad Azhar Hasan (dikenal sebagai Abati)
Sementara itu Dedy Gusman, S.STP., M.SP. selaku Kasi Penyuluhan dan Wilayatul Hisbah yang didampingi oleh Sekretaris Zulfikar SE, Kasi PKD Ridwan, serta para Kasubbag di jajaran Satpol PP dan WH Abdya kembali menegaskan bahwa saat ini tim gabungan masih dalam tahap melakukan sosialisasi, namun jika memang ada nantinya ditemukan masih juga melakukan pelanggaran dengan tidak mengindahkan dan menjalankan apa yang sudah di sampaikan maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas.
" Kita masih dalam tahap sosialisasi, kita berharap dengan penyampaian dari para petugas dan ulama hendaknya bisa menyadarkan para pedagang dan pemilik warung cafe serta masyarakat untuk menerapkan Perbup ini dalam kehidupan sehari hari, jadi jangan sampai harus di tegur dulu" kata Dedy
Tim terus bergerak menyusuri sepanjang jalan nasional dimana banyak terdapat lokasi warung dan cafe untuk dilakukan sosialisasi kembali, kegiatan tim berakhir dengan melaksanakan shalat berjamaah shalat magrib di mesjid Agung kebanggaan Abdya Bhaitul Ghafur.