GEMARNEWS.COM, SIGLI — Peringatan Hari Damai Aceh XXI di Kabupaten Pidie berlangsung khidmat di Masjid Agung Al-Falah Sigli, Sabtu (15/8/2026). Momentum 21 tahun perdamaian Aceh tersebut diisi dengan zikir, yasinan, pelepasan burung merpati putih serta penyaluran bantuan untuk anak yatim dan mahasiswa.
Kegiatan diselenggarakan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kabupaten Pidie bersama Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Pelaksanaan Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan dan Bermartabat dalam Kerangka NKRI”, dengan semangat “Dignity, Justice, and Hope” atau “Martabat, Keadilan dan Harapan.”
Rangkaian kegiatan diawali zikir dan yasinan yang dipimpin Abu Iswar dari Pulo Baroh, Gampong Aree. Setelah itu, pelepasan burung merpati putih dilakukan di pelataran masjid sebagai simbol perdamaian dan harapan.
Ketua panitia yang laporannya dibacakan Kepala Kesbangpol Pidie H. Isnaini, ST., M.Si., menyampaikan bahwa 15 Agustus ditetapkan sebagai Hari Damai Aceh berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 21 Tahun 2014, yang merujuk pada penandatanganan MoU Helsinki.
“Peringatan ke-21 ini menjadi refleksi atas perjuangan, dedikasi dan pengorbanan para tokoh perdamaian Aceh,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut.
Perdamaian yang lahir dari Helsinki, Finlandia, kata dia, harus terus dikenang, dijaga dan dipertahankan sebagai fondasi pembangunan Aceh, termasuk menuju Pidie yang semakin bermartabat.
Yang menarik, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni. Sebanyak 500 anak yatim dari 23 kecamatan mendapat bantuan pemberdayaan pengasuh anak yatim, dengan 66 penerima diserahkan secara simbolis.
Selain itu, pemerintah juga menyerahkan beasiswa akhir skripsi kepada 758 mahasiswa.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata perdamaian bagi masyarakat, terutama anak yatim dan generasi muda Pidie.
Panitia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama merawat perdamaian Aceh.
Peringatan Hari Damai Aceh XXI diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga keamanan, ketenteraman, persatuan dan keberlanjutan perdamaian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pidie Alzaizi, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., Kasdim 0102/Pidie Mayor Cpl. Hendriyanto, Sekda Pidie Drs. Samsul Azhar, Ketua MPU Tgk. H. Muhammad Ismi A. Jalil, Ketua BRA Pidie Hasballah, serta unsur Forkopimda, kepala SKPK, camat, tokoh perdamaian, Sagoe KPA, imum mukim, keuchik, lintas sektor, kepala sekolah dan pimpinan dayah.pungkasnya.