Notification

×

Kapolres Tanjab Timur Gelar Konferensi Pers Terkait Oknum Anggota yang Diduga Terlibat Lokasi Sabung Ayam, Tegaskan Komitmen Berantas Perjudian.

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01.01 WIB Last Updated 2026-08-03T18:01:11Z
Kapolres Tanjab Timur Akbp Ade Candra, S.P., S.I.K. (tengah) saat memberikan keterangan pers, didampingi Kasi Humas dan Kasat Reskrim di Mapolres. (3/8/2026).

GEMARNEWS.COM | Tanjung Jabung Timur – Polres Tanjung Jabung Timur bergerak cepat menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan dugaan keterlibatan seorang oknum anggota Polri di lokasi perjudian sabung ayam. Dalam konferensi pers, Kapolres Tanjab Timur Akbp Ade Candra, S.P., S.I.K menegaskan bahwa oknum tersebut telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan. Senin (3/8/2026).

Kapolres Tanjab Timur yang didampingi Kasih Humas Akp Edi Tasrif, S.E. dan Kasat Reskrim Akp Soekany Daulay, S.H., M.H., mengatakan bahwa langkah penegakan hukum langsung dilakukan setelah informasi tersebut beredar luas di masyarakat.

"Kami dari Polres sudah mengamankan oknum tersebut, kemudian sudah melakukan pemeriksaan. Selain itu, langkah-langkah mitigasi juga telah dilakukan. Kapolsek Sabak Timur bersama perangkat desa, lurah, ketua RT, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda langsung turun ke lokasi untuk membubarkan aktivitas judi sabung ayam tersebut," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Tanjung Jabung Timur dalam memberantas segala bentuk praktik perjudian.

"Harapannya ini menjadi komitmen kita bersama. Kami memang berkomitmen memberantas perjudian," katanya.

Terkait dugaan keterlibatan personel, Ade Candra menjelaskan bahwa hingga saat ini hanya satu anggota Polri yang diamankan. Tidak ada warga sipil yang turut diamankan dalam perkara tersebut.

"Untuk anggota sipil yang kami amankan tidak ada, hanya satu oknum anggota Polri," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa anggota tersebut berinisial S dengan pangkat Bripka. Dugaan awal berdasarkan video yang beredar menunjukkan bahwa yang bersangkutan berada di lokasi perjudian.

"Untuk dugaan awal dari video yang kita saksikan, oknum anggota Polri tersebut ikut berada di lokasi atau tempat perjudian tersebut," ungkapnya.

Meski demikian, polisi masih terus melakukan pemeriksaan untuk mendalami peran dan keterlibatan yang bersangkutan.

Menanggapi isu yang mengaitkan kasus tersebut dengan penyalahgunaan narkoba, Kapolres memastikan bahwa tes urine terhadap anggota telah dilakukan. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Polres Tanjung Jabung Timur telah melakukan pemeriksaan urine terhadap sejumlah personel.

"Tes urine kepada anggota sudah kita lakukan. Bahkan sebelumnya ada empat orang anggota Polri yang kita periksa urinenya, dan yang positif langsung kita proses. Jadi kita tidak melindungi. Siapa pun yang melakukan pelanggaran harus bertanggung jawab," tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan pihaknya selama ini telah menerapkan langkah-langkah preemtif dan preventif untuk mencegah pelanggaran di internal Polres Tanjab Timur. Sejak bertugas di Polres Tanjung Jabung Timur, ia mengaku telah mengidentifikasi personel yang dinilai berpotensi bermasalah untuk kemudian diberikan pembinaan.

"Kita kumpulkan dan lakukan pembinaan, baik pembinaan rohani maupun fisik. Pembinaan ini dilakukan secara berkelanjutan. Namun apabila ada anggota yang melakukan tindak pidana ataupun pelanggaran, tetap akan kita tindak tegas," pungkasnya.

Kapolres Tanjung Jabung Timur menegaskan komitmennya untuk menindak setiap bentuk pelanggaran hukum, termasuk apabila dilakukan oleh anggota kepolisian sendiri, sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update