GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH — Ratusan warga yang tergabung dalam Masyarakat Aceh Peduli Akhlak (MAPA) menggelar kampanye dan sosialisasi terkait pencegahan perilaku yang mereka nilai menyimpang serta menyampaikan penolakan terhadap gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).
Kegiatan berlangsung damai di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, Minggu (23/8/2026) pagi.
Dalam aksi tersebut, peserta membentangkan sejumlah spanduk kampanye, menggalang petisi serta mengikuti talkshow bertajuk “Selamatkan Keluargamu dari Predator LGBT” yang menghadirkan Ustaz Nashihul Umam sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Ustaz Nashihul Umam menyoroti pentingnya peran keluarga dalam memberikan perhatian, kasih sayang dan pendampingan kepada anak. Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa anak-anak yang berada dalam kondisi rentan dapat membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih serius.
Menurutnya, persoalan tersebut harus ditangani melalui pendekatan yang serius, termasuk edukasi, pendampingan keluarga dan perlindungan terhadap anak.
MAPA Serahkan Enam Rekomendasi
Di akhir kegiatan, Koordinator Lapangan (Korlap) MAPA, Muhammad Ash Shafy, membacakan sekaligus menyerahkan enam poin rekomendasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh.
Enam rekomendasi tersebut yakni:
1. Mendorong kebijakan pencegahan berkembangnya gerakan LGBT serta kampanye yang dinilai menormalisasi perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat Aceh.
2. Menyediakan ruang aman bagi individu yang membutuhkan bantuan, pendampingan, rehabilitasi atau ingin melaporkan persoalan yang dihadapinya.
3. Mendorong penegakan hukum sesuai ketentuan Syariat Islam dan Qanun Jinayat yang berlaku.
4. Mendorong adanya mekanisme penanganan serta dukungan terhadap kebutuhan psikologis dan kesehatan bagi korban maupun pihak yang membutuhkan bantuan.
5. Melakukan upaya pencegahan terhadap konten atau perilaku yang dianggap menyimpang, baik di ruang publik maupun media sosial, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
6. Mendorong setiap lembaga pendidikan memiliki satuan tugas khusus untuk pencegahan dan penanganan kasus yang berkaitan dengan isu tersebut, disertai SOP yang jelas dari Pemerintah Kota Banda Aceh.
Illiza Dorong Evaluasi Regulasi
Menanggapi aspirasi tersebut, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif MAPA dalam melakukan kampanye dan sosialisasi mengenai perlindungan generasi muda serta penguatan nilai-nilai moral di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Illiza juga menyoroti sejumlah tantangan sosial yang dihadapi masyarakat Aceh, mulai dari narkoba, pergaulan bebas hingga persoalan hubungan sesama jenis.
Ia menilai masih terdapat ruang dalam regulasi yang perlu dievaluasi dan disempurnakan agar penerapan hukum di Aceh dapat berjalan lebih efektif.
«“Saat ini ujian kita sangat berat, mulai dari narkoba, pergaulan bebas, hingga pergaulan sesama jenis. Masih ada kelemahan dalam Qanun Jinayat kita yang harus disempurnakan,” ujar Illiza.»
Aksi tersebut menjadi ruang bagi MAPA untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah sekaligus mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga, pendidikan dan lingkungan sosial dalam membentuk karakter generasi muda.
MAPA berharap enam rekomendasi yang telah disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menyusun langkah pencegahan, perlindungan dan penanganan yang sesuai dengan hukum serta kondisi sosial masyarakat Aceh.tuturnya.
Kegiatan berlangsung secara damai dan menjadi bagian dari upaya kelompok masyarakat tersebut untuk menyuarakan kepedulian terhadap persoalan moral, keluarga dan perlindungan generasi muda di Aceh.
( Yusril )