Notification

×

Wujud Solidaritas, Polda Gorontalo Gelar Doa Lintas Agama dan Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT.

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22.24 WIB Last Updated 2026-08-18T15:24:43Z
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., bersama tokoh lintas agama dalam kegiatan doa bersama bagi korban terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), (18/8/2026).

GEMARNEWS.COM | GORONTALO, - Keluarga besar Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., memimpin langsung apel pagi gabungan yang dirangkaikan dengan doa lintas agama untuk para korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

‎Agenda yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakapolda Gorontalo, jajaran Pejabat Utama (PJU), seluruh personel Polda Gorontalo, serta para perwakilan tokoh agama.

‎Dalam arahannya, Irjen Pol Widodo menegaskan bahwa esensi kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak boleh terbatas pada aspek keamanan saja, melainkan juga harus menyentuh sisi kemanusiaan saat warga sedang dilanda musibah.

“Anggota Polri harus hadir, tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat sedang mengalami musibah,” ujarnya.

‎Doa dan Penggalangan Dana Sukarela

Selain memanjatkan doa keselamatan bagi warga Flores, jajaran Polda Gorontalo juga mendoakan seluruh personel Polda NTT agar senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan dalam mengawal proses evakuasi serta pelayanan di lapangan.

‎Tidak berhenti pada rasa prihatin, aksi kemanusiaan ini dilanjutkan dengan penggalangan donasi secara sukarela dari seluruh anggota yang hadir. Pengumpulan dana ini dilakukan tanpa paksaan maupun patokan nominal, melainkan murni atas dasar keikhlasan. Seluruh bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung melalui Polda NTT dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

‎Sebagai informasi, wilayah Flores, NTT, sebelumnya diguncang gempa hebat berkekuatan 7,7 Skala Richter pada 15 Agustus lalu. Berdasarkan data BMKG hingga 17 Agustus pukul 11.00 WITA, telah terjadi 1.624 gempa susulan. Sementara itu, BNPB melaporkan sebanyak 68 korban jiwa telah berhasil diidentifikasi.

‎Suasana Khidmat Doa Bersama

Suasana seketika berubah haru saat Kapolda Gorontalo memimpin langsung pembacaan doa. Dengan tangan tertadah, seluruh personel larut dalam keheningan memohon perlindungan bagi para penyintas bencana.

‎“Ya Allah, Ya Tuhan kami, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Saat ini kami mengangkat tangan dan hati memohon rahmat-Mu untuk saudara-saudara kami di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang baru saja diguncang gempa,” ucap Kapolda dalam untaian doanya.

‎“Ya Allah, Ya Tuhan kami, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Saat ini kami mengangkat tangan dan hati memohon rahmat-Mu untuk saudara-saudara kami di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang baru saja diguncang gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter,” ujar Kapolda.

‎Ya Allah, Ya Tuhan kami Yang Maha Pelindung, lindungilah mereka dari bahaya yang masih ada. Hentikanlah guncangan, hindarkan tsunami, longsor, dan kerusakan yang lebih parah. Kembalikanlah ketenangan di tanah mereka.

‎Ya Allah, Ya Tuhan kami Yang Maha Mengasihi, berikanlah kesabaran yang tak terhingga bagi keluarga yang ditinggalkan, bagi mereka yang kehilangan rumah, harta, dan tempat berlindung. Angkatlah derajat para korban yang telah berpulang, tempatkan mereka di surga-Mu yang luas, dan peliharalah keluarga yang ditinggalkan.

‎Menutup kegiatan tersebut, Irjen Pol Widodo mengingatkan kembali bahwa momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh Korps Bhayangkara. Baginya, kombinasi antara doa, solidaritas, dan aksi kepedulian yang nyata adalah pilar penting dalam meringankan beban para korban dan penyintas di masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update