Notification

×

Ada Apa Staf Khusus Presiden Memanggil Ketum FRIC?

Kamis, 24 September 2026 | 15.21 WIB Last Updated 2026-09-24T08:21:50Z
Dok. Humasfricdpp.

GEMARNEWS .COM | JAKARTA — Di tengah riuhnya narasi dan perang opini yang kerap menggelayuti ruang publik digital, sebuah langkah penting terjadi: Staf Khusus Presiden Republik Indonesia memanggil Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman.
 
Ini bukan sekadar panggilan biasa.
 
FRIC adalah rumah besar para jurnalis dan tenaga media yang loyalitasnya tak berbatas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Presiden RI, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia menuju arah Polri PRESISI — Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan.
 
Dibentuk atas dorongan para pimpinan tertinggi, organisasi ini kini hadir di seluruh 34 provinsi di Tanah Air, bergerak dalam satu komando yang tegas:
 
Mengawal setiap langkah dan program Presiden RI.
Menjaga kehormatan serta marwah Polri.
Melawan berita bohong dan narasi yang memecah belah bangsa.
 
FRIC adalah pasukan penjaga narasi yang bekerja cepat, tepat, dan berintegritas. Bukan bersuara keras tanpa isi, melainkan bekerja senyap namun nyata — merespons informasi yang keliru, menegakkan fakta, dan berdiri teguh mendukung aparat keamanan di saat pihak lain justru sibuk menghujat.

Pemanggilan ini bukan sekadar untuk bertanya, melainkan untuk berkolaborasi.

Pemerintah menyadari: Presiden butuh lebih dari sekadar laporan tertulis dari pusat. Presiden memerlukan mata dan telinga yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara — yang benar-benar memahami denyut nadi rakyat langsung, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Yang mengetahui apa yang dirasakan rakyat, apa yang dibutuhkan, dan mana yang perlu diluruskan.
 
Staf Khusus Presiden mengetahui: FRIC adalah jawabannya.
 
Ini bukan pertemuan biasa. Ini adalah penyatuan visi.
 
Selama ini, FRIC bekerja tanpa banyak gembar-gembor: diam-diam menjaga, cepat merespons, teguh mempertahankan kebenaran. Kini, kehadiran yang nyata itu mendapat pengakuan langsung dari lingkaran terdekat pimpinan negara.
 
Terkait pertemuan tersebut, Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman menyampaikan secara singkat:
 
"Kita bahas lebih lanjut setelah pertemuan berlangsung."
 
Namun terkait arah pembicaraan yang telah disusun, beliau menegaskan:
 
"Pada pertemuan sebelumnya, kita telah membahas peran strategis FRIC sebagai wadah jurnalis dan tenaga media yang berintegritas — yang sejak awal konsisten mendukung sepenuhnya Program Presiden RI serta arah Kapolri mewujudkan Polri yang PRESISI."
 
Beliau melanjutkan dengan tegas:
"FRIC lahir semata-mata karena cinta kepada Nusantara dan kebanggaan kepada Polri. Kami siap secara totalitas mengawal setiap kebijakan Presiden, menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta berdiri sebagai Satgas Penangkal Opini — meluruskan berita yang keliru, mematahkan narasi yang memecah belah, dan menjaga persatuan bangsa."

Pemanggilan ini menjadi bukti nyata: keberadaan jaringan FRIC yang tersebar di seluruh Indonesia telah mendapat perhatian serius dari Istana Negara. Loyalitas yang tak diragukan, kerja yang tak henti-hentinya, dan integritas yang dijaga tanpa tawar-menawar kini menjadi kekuatan resmi baru dalam menjaga stabilitas informasi nasional.
 
Bukan untuk diri sendiri. Semata-mata untuk Indonesia — menuju Indonesia Emas yang adil, makmur, dan bersatu.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update