Notification

×

DPRK Minta Evaluasi,,Belasan Siswa SD di Bener Meriah Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, 5 Masih Dirawat

Kamis, 03 September 2026 | 11.32 WIB Last Updated 2026-09-03T04:33:24Z


GEMARNEWS.COM, BENER MERIAH — Belasan siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejadian tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi D DPRK Bener Meriah, Sandari Miko, yang membenarkan adanya sejumlah siswa mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Sandari mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi para siswa. Dari 17 siswa yang dilaporkan mengalami keluhan, sebagian besar disebut mengalami gatal-gatal.

“Ya, benar. Saat kita mendapat kabar, kita langsung bergerak untuk memastikan kondisi anak-anak kita. Rata-rata mereka mengalami gatal-gatal. Alhamdulillah, dari 17 siswa, 12 di antaranya sudah bisa kembali ke rumah, sementara lima siswa lainnya masih dalam perawatan,” kata Sandari Miko, Rabu (2/9/2026).

Meski demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan investigasi terhadap makanan yang dikonsumsi.

Sandari menyayangkan kejadian tersebut dan meminta seluruh pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya menyangkut keamanan, kebersihan, kualitas bahan makanan dan proses pengolahannya.

“Kami dari Komisi D sangat menyayangkan kejadian ini. Insyaallah, kita akan memberikan teguran kepada pihak-pihak terkait sebagai bentuk pengawasan,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG merupakan program yang menyasar anak-anak sekolah sehingga aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian utama. Makanan yang diberikan kepada siswa harus memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi.

Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan setelah terjadi persoalan, tetapi harus diperketat sejak proses pemilihan bahan makanan, pengolahan, pengemasan hingga distribusi kepada para siswa.

“Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas,” katanya.

Sandari juga berharap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan MBG dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar program tersebut tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para siswa.

Hingga saat ini, lima siswa yang masih menjalani perawatan diharapkan segera pulih. Sementara itu, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut perlu menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran dari pihak terkait. pungkasnya. 
( Agusnaidi. B) 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update