Notification

×

Kapolda Kalteng Ajak Forum Kebangsaan Huma Betang Bersatu Hadapi Karhutla dan Kabut Asap.

Sabtu, 05 September 2026 | 18.25 WIB Last Updated 2026-09-05T11:25:35Z
Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., dalam kegiatan bersama jajaran Polda Kalteng dan Forum Kebangsaan "Huma Betang:, Sabtu (5/9/2026), di Palangka Raya.

GEMARNEWS.COM | PALANGKA RAYA – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta dampak kabut asap di Kalimantan Tengah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mengajak Forum Kebangsaan Huma Betang yang terdiri dari  organisasi masyarakat (Ormas) dan paguyuban untuk mengambil bagian aktif dalam menghadapi bencana Karhutla.
Arahan tersebut disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., dalam kegiatan bersama jajaran Polda Kalteng dan Forum Kebangsaan "Huma Betang:, Sabtu (5/9/2026), di Palangka Raya.

Kapolda menegaskan, Karhutla bukan persoalan yang dapat ditangani hanya oleh aparat pemerintah. Dibutuhkan kekuatan bersama, termasuk Ormas, paguyuban, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

Pengalaman Panjang Menghadapi Karhutla. 
Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan bahwa Kalteng memiliki pengalaman panjang menghadapi bencana Karhutla dan kabut asap. Sejumlah kejadian besar pernah terjadi pada 2015, 2016, 2019 hingga 2023, yang memberikan pelajaran penting mengenai perlunya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Kapolda, situasi Karhutla saat ini juga tidak terlepas dari kondisi cuaca dan fenomena El Nino yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Ia menyampaikan bahwa upaya penanganan telah dilakukan sejak awal tahun. BPBD bersama berbagai unsur terkait juga telah bekerja melakukan pencegahan dan penanganan di lapangan.
Selain pemadaman, strategi yang dilakukan mencakup patroli darat, patroli udara dan patroli perairan, termasuk penguatan peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan pencegahan di tingkat masyarakat.

Kapolda menyebutkan bahwa terdapat indikasi penurunan kejadian dibandingkan kondisi pada periode tertentu sebelumnya, namun kewaspadaan tidak boleh diturunkan.

Siang Malam Padamkan Api

Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja keras menangani Karhutla.

Menurutnya, personel di lapangan telah bekerja siang dan malam untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

Polda Kalteng bersama stakeholder terkait juga terus melakukan langkah pencegahan. Bahkan, terhadap pihak-pihak yang diduga sengaja melakukan pembakaran, aparat telah melakukan tindakan hukum.
Kapolda menyampaikan bahwa sudah ada beberapa pihak yang berhasil diamankan terkait dugaan pelanggaran dalam Karhutla.

Langkah tersebut menjadi pesan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga pencegahan dan penegakan hukum.

Kapolda: Silakan Ormas Berpartisipasi

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda membuka ruang seluas-luasnya bagi Ormas dan paguyuban untuk berpartisipasi dalam penanganan Karhutla.

Forum Kebangsaan yang terdiri dari Ormas dan paguyuban dinilai
 memiliki kekuatan sosial yang besar karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kapolda juga menyampaikan adanya surat dari Dewan Adat Dayak (DAD) yang memberikan kewenangan kepada Kapolda untuk menggerakkan kekuatan Ormas Dayak dalam mendukung penanganan Karhutla.

Kolaborasi tersebut dapat melibatkan unsur Brimob, Samapta dan seluruh bidang di lingkungan Polda Kalteng, sesuai kebutuhan dan tugas masing-masing.
Artinya, penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tugas satu direktorat atau satu satuan kerja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran kepolisian dan masyarakat.

Kondusivitas Kamtibmas tetap Menjadi Prioritas

Di sisi lain, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah kondisi Karhutla dan kabut asap.

Polda Kalteng telah mendapatkan penghargaan dari Presiden sebagai bentuk apresiasi tertinggi saat HUT Bhayangkara. Penghargaan Nugraha Sakanti yaitu Penghargaan dari negara atas jasa, dedikasi, serta kontribusi nyata satuan kepolisian dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

Penghargaan tersebut, menurut Kapolda, harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dan elemen masyarakat untuk mempertahankan situasi Kalteng tetap aman dan kondusif.
Karhutla, lanjutnya, tidak boleh menjadi persoalan yang justru memicu gangguan Kamtibmas.

Karena itu, keterlibatan Ormas dan paguyuban diharapkan bukan hanya dalam aspek pemadaman, tetapi juga membantu edukasi masyarakat, pencegahan, penyebaran informasi yang benar serta menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

Forum Kebangsaan Menjadi Kekuatan Sosial
Kehadiran Ormas dan paguyuban dalam Forum Kebangsaan Huma Betang menjadi modal sosial yang penting bagi Kalteng.

Dengan jaringan yang tersebar di tengah masyarakat, organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi potensi Karhutla sejak dini.

Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat adat, Ormas dan paguyuban diharapkan mampu mempercepat respons ketika titik api ditemukan.

Arahan Kapolda tersebut sekaligus menegaskan bahwa menghadapi Karhutla tidak cukup hanya dengan mengandalkan armada pemadam dan personel di lapangan.

Kekuatan utama berada pada kemampuan semua elemen untuk bergerak bersama sebelum api membesar.

Di tengah ancaman Karhutla dan kabut asap yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, pesan yang disampaikan Kapolda menjadi penting: pencegahan harus dilakukan bersama, pemadaman harus dilakukan bersama, dan menjaga Kamtibmas juga harus dilakukan bersama.
Potret Indonesia Terkini.Id – Aktual, Terpercaya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update