Notification

×

Kemenkop Dorong KDMP Aceh Tengah Garap Bisnis Kopi Gayo, Nilai Kerja Sama Tembus Rp29,8 Miliar

Minggu, 06 September 2026 | 21.08 WIB Last Updated 2026-09-06T14:08:32Z

GEMARNEWS.COM,ACEH TENGAH — Kementerian Koperasi Republik Indonesia mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, untuk mengembangkan jaringan usaha berbasis komoditas unggulan daerah, khususnya Kopi Gayo.6/9/2026.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Komoditi Kopi yang berlangsung di Takengon, Aceh Tengah, pada 2–4 September 2026.

Kegiatan ini mempertemukan sekitar 60 peserta dari KDMP di Aceh Tengah bersama pemerintah daerah, koperasi yang telah berpengalaman, pelaku usaha, praktisi kopi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kopi menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena Aceh Tengah dikenal sebagai salah satu sentra utama Kopi Gayo yang memiliki reputasi kuat di pasar nasional maupun internasional.

Selama tiga hari kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan melalui pelatihan dan kunjungan lapangan. Sejumlah pemateri yang hadir antara lain Ketua Koperasi Produsen BQ Baburrayan Rizwan Husin, Kepala Kebun Percobaan Gayo BPTP Aceh Khalid B. Baramsyah, Tenaga Ahli Budidaya Kopi Arabika Herliasna, Kepala Cabang ID Food Aceh Andri Hatrivianto, serta sejumlah praktisi dan pengusaha kopi di Aceh Tengah.

Potensi bisnis Kopi Gayo semakin terlihat melalui sesi business matching yang menghasilkan nilai kerja sama mencapai Rp29,8 miliar.

Nilai tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui penguatan jaringan usaha koperasi berbasis komoditas kopi, sekaligus membuka peluang KDMP untuk masuk lebih jauh ke dalam rantai bisnis Kopi Gayo.

Koperasi Desa Diminta Tak Membangun Bisnis dari Nol

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Kementerian Koperasi RI, Cecep Setiawan, S.Kom., MM, mendorong KDMP agar tidak membangun bisnis dari nol.

Menurutnya, koperasi desa yang masih berkembang dapat membangun kemitraan dengan koperasi yang telah memiliki pengalaman, jaringan pasar, fasilitas, serta kemampuan dalam menjalankan bisnis kopi.

Salah satu koperasi yang menjadi contoh adalah Koperasi Baburrayyan, yang selama ini telah berkembang dalam ekosistem bisnis Kopi Gayo.

Pola kemitraan tersebut dinilai dapat mempercepat penguatan KDMP sekaligus membuka akses koperasi desa terhadap rantai usaha yang lebih luas.

Dengan demikian, KDMP tidak harus memulai seluruh proses bisnis secara mandiri, tetapi dapat memanfaatkan pengalaman dan jaringan koperasi yang telah lebih dahulu berkembang.

KDMP Didorong Menjadi Pelaku Ekonomi Desa

Pengembangan jaringan usaha tersebut diarahkan agar KDMP tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi benar-benar menjadi pelaku ekonomi di tingkat desa.

Koperasi dapat mengambil peran mulai dari menghimpun hasil produksi petani, pengadaan, pengolahan, peningkatan kualitas, perdagangan hingga pemasaran.

Dengan jaringan usaha yang semakin kuat, KDMP diharapkan mampu menjadi penghubung antara petani dengan pasar.

Artinya, Kopi Gayo tidak hanya keluar dari desa dalam bentuk bahan baku, tetapi juga memiliki peluang menghasilkan nilai tambah yang lebih besar melalui pengelolaan koperasi.

Plt Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Drs. Alam Syuhada, MM, menyambut positif pengembangan jaringan usaha tersebut.

Menurutnya, kopi merupakan salah satu komoditas utama yang menopang perekonomian masyarakat Aceh Tengah. Karena itu, penguatan koperasi melalui bisnis kopi diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Aceh Tengah Dinilai Memiliki Modal Kuat

Kementerian Koperasi RI menilai Aceh Tengah memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan model koperasi berbasis komoditas unggulan.

Daerah ini memiliki petani, komoditas dengan reputasi internasional, koperasi berpengalaman, serta pasar yang telah terbentuk.

Tantangannya adalah bagaimana seluruh kekuatan tersebut dapat dihubungkan dalam satu jaringan usaha yang saling menguntungkan.

Jika ekosistem tersebut berhasil dibangun, penguatan KDMP tidak hanya memberikan manfaat bagi koperasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan posisi petani dalam rantai nilai Kopi Gayo.

Koperasi desa nantinya tidak sekadar menjadi tempat menghimpun anggota, tetapi menjadi bagian dari bisnis yang memiliki produksi, pasar, mitra dan nilai ekonomi yang jelas.

Dari Gayo untuk Ekonomi Desa

Penguatan jaringan usaha koperasi berbasis kopi pada akhirnya membawa tujuan yang lebih besar, yakni menjadikan komoditas unggulan daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kopi Gayo telah memiliki pasar. Tantangannya kini adalah bagaimana koperasi desa dapat mengambil posisi lebih kuat dalam rantai bisnis tersebut.

Dengan jaringan yang terintegrasi, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, sementara koperasi tidak hanya menjalankan fungsi administratif. Keduanya dapat menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang terhubung mulai dari petani, koperasi, pengolahan, perdagangan hingga pasar.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan berbagai bisnis turunan kopi, peningkatan kualitas pascapanen, penguatan branding produk lokal, hingga perluasan akses pasar.

Dengan potensi tersebut, Aceh Tengah berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan KDMP berbasis komoditas unggulan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Arief Legowo, ST., MM, Kepala Bidang Rencana Pengembangan Akselerasi Jaringan Usaha Kemenkop RI, serta Marwandi Muthe, ST., MM, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aceh Tengah.

Kegiatan Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Komoditi Kopi tersebut diselenggarakan oleh Natural Aceh Corp sebagai event organizer sekaligus salah satu inkubator bisnis LPDB Kemenkop dan inkubator SIPENSI Kementerian UMKM.( Imam) 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update