Laporan: Fohan Muzakir
GEMARNEWS.COM, BIREUEN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMP Tahfiz Putri Aisyiyah Bireuen. Dua santriwatinya sukses mendominasi cabang lomba Tahfiz Juz 30 dalam Ajang Kompetisi Madrasah Inovasi (AKSIMASI) ke-4 yang digelar MAN 3 Bireuen.
Dalam kompetisi yang berlangsung 31 Agustus hingga 3 September 2026 tersebut, SMP Tahfiz Putri Aisyiyah Bireuen berhasil memborong dua posisi teratas.
Santriwati Nuroh tampil sebagai Juara 1, sementara Ira Firanda berhasil meraih Juara 2.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus menunjukkan konsistensi para santriwati dalam mengembangkan kemampuan menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur'an.
Koordinator Tahfiz SMP Tahfiz Putri Aisyiyah Bireuen, Ustazah Leni Erliana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih anak didiknya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari ketekunan para santriwati dalam menghafal dan melakukan murojaah secara rutin.
«“Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi SMP Tahfiz Putri Aisyiyah Bireuen sebagai salah satu lembaga pendidikan pencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang unggul dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Bireuen,” kata Leni Erliana.»
Ia mengatakan, prestasi tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dilakukan para santriwati dalam menjaga hafalan.
«“Kami sangat bangga atas capaian ini, dan semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi santriwati lainnya untuk terus berprestasi dan mencintai Al-Qur'an,” ujarnya.»
Leni yang juga dosen UMMAH tersebut berharap keberhasilan Nuroh dan Ira Firanda dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya agar semakin bersemangat meningkatkan kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan.
AKSIMASI Jadi Ajang Adu Bakat
AKSIMASI ke-4 yang diinisiasi oleh MAN 3 Bireuen diikuti berbagai sekolah dan madrasah di wilayah sekitar.
Kompetisi tersebut menjadi wadah untuk menjaring minat dan bakat generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kecintaan terhadap syiar Islam.
Salah satu cabang yang mendapat perhatian adalah lomba Tahfiz Juz 30. Melalui cabang tersebut, peserta tidak hanya dituntut memiliki hafalan yang kuat, tetapi juga mampu mempertahankan hafalan melalui proses murojaah yang konsisten.
Keberhasilan Nuroh dan Ira Firanda menguasai posisi Juara 1 dan Juara 2 menjadi bukti bahwa pembinaan tahfiz yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan santriwati berprestasi.
Raihan tersebut sekaligus memperkokoh kiprah SMP Tahfiz Putri Aisyiyah Bireuen sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang unggul, kompetitif dan berdaya saing.
Prestasi itu diharapkan tidak berhenti sebagai raihan trofi, tetapi menjadi motivasi untuk terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an dan menjadikan hafalan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. pungkasnya.