Notification

×

SPIP Abdya Masih Level 3, Sekda Ingatkan Jangan Kejar Nilai Semata.

Selasa, 15 September 2026 | 12.34 WIB Last Updated 2026-09-15T05:35:01Z

GEMARNEWS.COM BLANGPIDIE – Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih berada pada level 3 (terdefinisi) dengan skor 3,090 pada tahun 2025. Pemerintah daerah menilai capaian tersebut harus menjadi pemicu perbaikan, bukan sekadar angka yang dikejar dalam penilaian.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Amrizal, menegaskan penilaian mandiri SPIP tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi atau mengejar skor, tetapi harus mencerminkan kondisi nyata pengendalian intern di setiap Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).

“Penilaian mandiri bukan hanya kegiatan untuk menghasilkan nilai atau skor SPIP, tetapi merupakan sarana bagi setiap SKPK untuk melakukan introspeksi dan evaluasi,” kata Amrizal dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penilaian Mandiri Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi dan Penyusunan Manajemen Risiko di lingkungan Pemkab Abdya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Amrizal, penguatan SPIP harus menjadi budaya kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan. Setiap proses perencanaan, pelaksanaan program hingga pelayanan publik harus memiliki pengendalian yang berjalan efektif.

Ia meminta para asesor melakukan penilaian secara jujur, objektif dan cermat dengan dukungan bukti yang memadai. Penilaian, katanya, jangan hanya diarahkan untuk memperoleh nilai tinggi, sementara kondisi sebenarnya belum tergambarkan secara utuh.

“Jangan sampai penilaian hanya dilakukan untuk mengejar nilai, sementara kondisi yang sebenarnya belum tergambarkan dengan baik,” tegasnya.

Selain SPIP, Amrizal juga menyoroti pentingnya manajemen risiko di setiap SKPK. Setiap program dan kegiatan pemerintahan memiliki potensi risiko yang harus dikenali, dianalisis dan dikendalikan sejak awal.

Ia menegaskan, manajemen risiko bukan sekadar dokumen pelengkap administrasi, melainkan instrumen bagi pimpinan dalam mengambil keputusan, mencegah penyimpangan, serta memastikan target pembangunan tercapai.

Sementara itu, Plt Inspektur Kabupaten Abdya, Hamdi, S.STP., M.Si, dalam laporannya menyebutkan skor manajemen risiko Abdya tahun 2025 berada pada angka 2,967.

Ia menjelaskan, capaian SPIP level 3 menunjukkan organisasi telah mampu mendefinisikan kinerja dengan baik, memiliki strategi pencapaian yang relevan dan terintegrasi. Namun, pengendalian yang diterapkan masih perlu diperkuat agar berjalan lebih efektif.

“Peningkatan SPIP tidak cukup hanya dengan memiliki kebijakan dan prosedur. Pengendalian harus dibuktikan berjalan secara konsisten dan efektif serta mampu mengelola risiko untuk mencapai target organisasi,” ujar Hamdi.

Melalui bimbingan teknis tersebut, para asesor diberikan penguatan dalam penyusunan dokumen manajemen risiko pada masing-masing SKPK. Mereka diharapkan mampu memetakan berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi.

Kegiatan tersebut diikuti empat asesor pemerintah daerah, 41 asesor SKPK/OPD, Inspektur Pembantu serta auditor Inspektorat Abdya. Selanjutnya, proses penilaian mandiri SPIP akan dilakukan oleh asesor pemerintah daerah dan asesor OPD dengan pendampingan Tim Penjaminan Kualitas SPIP Inspektorat Abdya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update