Notification

×

BNN Lhokseumawe Kembangkan Budidaya Jagung di Sawang, Dorong Warga Beralih ke Usaha Produktif

Jumat, 16 Oktober 2026 | 10.21 WIB Last Updated 2026-10-16T03:21:52Z
GEMARNEWS.COM, ACEH UTARA — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe terus mendorong pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang melalui pengembangan usaha ekonomi produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) lifeskill budidaya jagung di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada 13–15 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Lhokseumawe ini merupakan bagian dari program Alternative Development, yakni pendekatan pemberdayaan untuk mendorong masyarakat mengembangkan mata pencaharian alternatif yang legal, produktif, dan berkelanjutan.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.

Pengembangan budidaya jagung dipilih sebagai salah satu upaya mengoptimalkan potensi pertanian setempat sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat agar memiliki sumber penghasilan yang lebih menjanjikan.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat dari empat gampong, yakni Gampong Teupin Rusep, Gampong Sawang, Gampong Riseh Tunong, dan Gampong Blang Manyak.

Untuk mendukung efektivitas pelatihan, kegiatan dibagi menjadi dua lokasi. Peserta dari Gampong Teupin Rusep dan Gampong Sawang mengikuti pelatihan di Gampong Sawang, sedangkan peserta dari Gampong Riseh Tunong dan Gampong Blang Manyak mengikuti kegiatan di Gampong Riseh Tunong.

Dalam pelaksanaannya, BNN Kota Lhokseumawe turut melibatkan instruktur dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sawang untuk memberikan pembekalan teknis mengenai budidaya jagung. Pendampingan tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha tani secara efektif.

Kepala BNN Kota Lhokseumawe, Henry Pahala Marbun, S.E., M.M., menyampaikan bahwa program Alternative Development merupakan langkah strategis untuk mendorong perubahan positif di kawasan rawan tanaman terlarang melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi setempat.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan dukungan pengetahuan, keterampilan, dan sarana usaha agar dapat mengembangkan mata pencaharian yang produktif dan berkelanjutan.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan mengelola usaha tani, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Keberhasilan program ini, lanjutnya, membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan komitmen bersama untuk mengembangkan potensi wilayah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Keuchik Gampong Riseh Tunong, Abdurrahman, S.A.P., menyambut baik program pemberdayaan yang dilaksanakan BNN Kota Lhokseumawe tersebut.

Ia menilai kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta dukungan sarana pertanian yang dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan usaha budidaya jagung.

Abdurrahman berharap program tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang penghasilan yang legal dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan hasil pelatihan, para peserta menerima sejumlah peralatan dan sarana pertanian, meliputi hand tractor, corn seed planter atau alat tanam benih jagung, sprayer untuk penyemprotan pupuk cair, cangkul, garu, bibit jagung, dan pupuk.

Bantuan tersebut diharapkan membantu masyarakat dalam mengolah lahan, melakukan penanaman, serta mengembangkan budidaya jagung secara lebih efektif dan efisien.

Melalui program ini, BNN Kota Lhokseumawe berupaya memperkuat pendekatan pencegahan narkotika yang tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Pengembangan pertanian jagung di Kecamatan Sawang diharapkan menjadi salah satu langkah nyata untuk memperluas pilihan mata pencaharian yang legal, meningkatkan produktivitas lahan, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Sinergi antara BNN, pemerintah gampong, instruktur pertanian, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing sekaligus mendukung upaya P4GN. tuturnya. 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update