Notification

×

Hujan dan Luapan Sungai Hambat Pembangunan Huntap Gayo Lues

Senin, 26 Oktober 2026 | 17.26 WIB Last Updated 2026-10-26T10:26:24Z
GEMARNEWS.COM,GAYO LUES – Hujan yang mengguyur Kabupaten Gayo Lues, Aceh, secara terus-menerus menghambat mobilisasi bahan material dan peralatan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di wilayah Gayo 1. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi PT Citra Prasasti Konsorindo dalam melaksanakan pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

Pada Senin (26/10/2026), tim pelaksana pembangunan Huntap masih menghadapi kendala akses jalan yang rawan tertutup luapan air sungai ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

PT Citra Prasasti Konsorindo melalui Direktur Cabang, Andrian, selaku pelaksana pembangunan Huntap di titik lokasi Gayo 1 dan Gayo 2, menyatakan pihaknya akan terus berupaya mempercepat pembangunan. Upaya tersebut juga diharapkan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

Pembangunan Huntap di wilayah tersebut tersebar pada sembilan titik lokasi, meliputi Desa Rerebe, Panglime Linting, Uring, Cane Toa, serta Aih Selah 1, Aih Selah 2, dan Aih Selah 3.

Dok. Foto : Kondisi Jalan Saat Hujan deras di Gayo Lues 

Saat dikonfirmasi reporter Gemarnews.com, Maulidar selaku Project Manager PT Citra Prasasti Konsorindo menjelaskan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi di wilayah Gayo 1 adalah kondisi akses jalan yang sangat dipengaruhi cuaca.

Menurut Maulidar, ketika hujan turun secara terus-menerus, debit air sungai meningkat hingga meluap dan menutupi badan jalan. Kondisi ini mengganggu jalur penghubung Desa Kutelintang dengan Desa Badak yang menjadi akses pada titik pertama.

Sementara itu, pada jalur penghubung kedua antara Desa Bukit dan Desa Rerebe, air sungai juga dapat naik hingga melewati bagian atas jembatan. Situasi tersebut menyulitkan kendaraan pengangkut material dan peralatan untuk melintas menuju lokasi pembangunan.

“Jalan tersebut merupakan akses utama untuk mobilisasi bahan material, peralatan, dan kebutuhan lainnya ke lokasi pembangunan Huntap di Desa Rerebe, Panglime Linting, dan Uring,” jelas Maulidar.

Ia berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mengupayakan penanganan terhadap akses jalan dan jembatan yang rawan terdampak luapan sungai.

Menurutnya, akses transportasi yang aman dan lancar sangat dibutuhkan agar mobilisasi material tidak terus terganggu dan proses pembangunan Huntap dapat dipercepat.

Koordinasi antara pihak pelaksana, pemerintah daerah, dan instansi terkait dinilai penting untuk mencari solusi terhadap kendala tersebut, terutama selama musim hujan. Dengan demikian, pekerjaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan target penyelesaian hunian bagi masyarakat dapat terus diupayakan.

Pembangunan Huntap menjadi salah satu upaya penting untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, dukungan terhadap kelancaran akses menuju lokasi pembangunan diharapkan menjadi perhatian bersama.

Pewarta : Kamisan 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update