Notification

×

Kadis. Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur : Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Pasca Bencana seperti "Obat" bagi kami

Selasa, 27 Oktober 2026 | 15.56 WIB Last Updated 2026-10-27T08:56:18Z

Aceh Timur -Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Pasca Bencana untuk Guru dan Tenaga Kependidikan Gelombang 4. Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan kesehatan mental serta membekali para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola trauma pascabencana.


Dalam pembukaan acara, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, Bustami, S.Pd., M.Si., menyampaikan sambutan yang menyentuh hati. Beliau membagikan pengalaman pribadinya saat menjadi penyintas banjir besar pada tahun 2025 silam.Selasa (27/10/2026)


"Rumah saya di kawasan Beringin, Peureulak Barat, tak luput dari terpaan banjir. Waktu itu kami harus mengungsi selama tiga hari di salah satu bangunan ruko dekat rumah. Hingga saat ini, rasa trauma itu masih membayangi. Sering kali ketika hujan deras turun, saya mendadak terbangun dan sulit untuk tidur kembali," ungkap Bustami.


Bustami juga mengenang momen saat dirinya mendampingi Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, yang saban hari turun langsung mendatangi berbagai titik lokasi banjir untuk meninjau warga.


"Saat ikut mendampingi Pak Bupati ke lapangan, saya sungguh tercengang melihat dahsyatnya dampak bencana. Di beberapa lokasi, banjirnya sangat parah, bahkan air tergenang hingga setinggi tiang listrik, seperti yang terjadi di Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari," kenang Bustami.


Ia menambahkan bahwa trauma akibat bencana adalah hal nyata yang dialami oleh banyak warga, termasuk para tenaga pendidik. Oleh karena itu, pelatihan psikososial ini diharapkan menjadi sarana pemulihan dan penanganan trauma bagi seluruh peserta.


"Semoga pelatihan ini menjadi 'obat' bagi kita semua, khususnya bagi para Guru dan Tenaga Kependidikan yang juga merasakan dampak dan trauma serupa. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi serta Bapak Menteri atas kebijakan dan fasilitasi program pelatihan yang sangat berarti ini," lanjutnya.


Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, serta mempelajari langkah-langkah praktis dalam mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana maupun proses pemulihan (recovery) pascabencana, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan peserta didik di sekolah.


Melalui pelatihan ini, diharapkan para Guru dan Tenaga Kependidikan dapat pulih kembali, bangkit secara mental, serta siap mendampingi para siswa menuju proses pembelajaran yang tangguh pascabencana.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update