Notification

×

KONI Aceh Dukung KSMI, Sepakbola Mini Dibidik Tembus Nasional

Senin, 05 Oktober 2026 | 21.15 WIB Last Updated 2026-10-05T14:15:38Z


GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH – Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh terus memperkuat organisasi dan mendorong pembinaan sepakbola mini di seluruh kabupaten/kota. Kehadiran KSMI Aceh mendapat sambutan positif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh yang menilai olahraga minifootball memiliki prospek besar seiring meningkatnya minat masyarakat.

“Kami menyambut baik terbentuknya Pengurus KSMI Provinsi Aceh,” kata Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Aceh, T. Rayuan Sukma.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pengurus KSMI Aceh di Kantor KONI Aceh, kawasan Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas keberadaan KSMI Aceh sekaligus langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota KONI Aceh.

Menurut T. Rayuan Sukma, perkembangan sepakbola mini di Aceh menjadi sesuatu yang positif karena olahraga tersebut semakin dikenal dan diminati masyarakat.

“Kehadiran KSMI tentu menjadi sesuatu yang positif. Sepakbola mini saat ini semakin berkembang dan diminati masyarakat. Prospeknya cukup besar, terutama jika pembinaan dan kompetisinya dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk menjadi anggota KONI Aceh terdapat sejumlah persyaratan organisasi yang harus dipenuhi. Salah satunya memiliki kepengurusan sekurang-kurangnya di 14 kabupaten/kota.

Selain struktur organisasi, KSMI Aceh juga harus menunjukkan aktivitas pembinaan dan kompetisi yang berjalan secara berkelanjutan, termasuk penyelenggaraan kejuaraan daerah.

“Untuk menjadi anggota KONI Aceh tentu ada persyaratan organisasi yang harus dipenuhi, di antaranya kepengurusan minimal di 14 kabupaten/kota dan kegiatan olahraga seperti kejuaraan daerah,” jelasnya.

KSMI Aceh Targetkan 14 Pengcab/Pengkot

Ketua KSMI Aceh Muktaruddin Usman, S.E., mengatakan audiensi dengan KONI Aceh menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah organisasi dengan sistem pembinaan olahraga di Aceh.

Pihaknya akan segera mempercepat konsolidasi sekaligus pembentukan kepengurusan KSMI di kabupaten/kota.

“Kami ingin mengetahui secara langsung apa saja yang harus kami persiapkan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota KONI Aceh. Setelah ini kami akan bergerak membangun kepengurusan di kabupaten/kota,” ujar Muktaruddin.

Ia menargetkan sedikitnya 14 Pengcab/Pengkot KSMI terbentuk di Aceh. Struktur tersebut diharapkan tidak sekadar memenuhi persyaratan organisasi, tetapi menjadi fondasi untuk membangun pembinaan dan kompetisi sepakbola mini secara lebih merata.

“Dengan terbentuknya KSMI Pengprov Aceh, kami berharap sepakbola mini dapat berkembang lebih terstruktur dan merata hingga ke seluruh kabupaten/kota. Kita ingin melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang nantinya dapat mengharumkan nama Aceh,” katanya.

Siapkan Liga Santri

Sebagai bagian dari agenda pembinaan, KSMI Aceh juga menyiapkan Liga Santri di Banda Aceh yang akan melibatkan klub-klub sepakbola mini dari dayah dan pesantren.

Kompetisi tersebut diharapkan menjadi salah satu wadah untuk mencari dan mengembangkan talenta muda dari lingkungan dayah. Tim terbaik nantinya dipersiapkan untuk mewakili Aceh pada kompetisi tingkat nasional.

“Kami juga akan melaksanakan Liga Santri yang melibatkan klub sepakbola dari dayah dan pesantren di Aceh. Pemenangnya nanti akan mewakili Aceh di tingkat nasional,” kata Muktaruddin.

Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan pembinaan dan kompetisi. Dengan demikian, sepakbola mini tidak hanya berkembang sebagai olahraga komunitas, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga prestasi.

Terhubung hingga Level Internasional

Muktaruddin menjelaskan, secara nasional KSMI telah tercatat sebagai anggota KONI Pusat setelah diterima dalam Rakernas KONI 2025. Di tingkat internasional, KSMI juga telah tergabung dalam International Minifootball Federation (IMF).

“Secara nasional KSMI sudah menjadi anggota resmi KONI Pusat. Di tingkat internasional kita juga tergabung dalam International Minifootball Federation. Ini menunjukkan bahwa sepakbola mini memiliki jaringan pengembangan dari daerah, nasional hingga internasional,” ujarnya.

Dengan jaringan tersebut, KSMI Aceh optimistis pembinaan sepakbola mini dapat diarahkan secara lebih terstruktur dan membuka peluang bagi atlet-atlet Aceh untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

“Kami tidak ingin KSMI Aceh hanya hadir sebagai nama atau struktur organisasi. Kami ingin membangun pembinaan yang nyata, kompetisi berkelanjutan dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta muda Aceh,” tegas Muktaruddin.

Ia berharap dukungan KONI Aceh serta jaringan KSMI di tingkat nasional dan internasional dapat menjadi modal penting dalam membangun sepakbola mini Aceh.

“Dengan dukungan KONI Aceh serta jaringan KSMI secara nasional dan internasional, kami optimistis sepakbola mini Aceh dapat tumbuh lebih kuat dan membawa nama Aceh ke panggung nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Penguatan KSMI Aceh diharapkan menjadi babak baru bagi perkembangan minifootball di Aceh, terutama dalam menciptakan kompetisi yang berkelanjutan, memperluas pembinaan hingga kabupaten/kota dan membuka ruang lebih besar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi olahraga.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update