Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri yang baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/10).
GEMARNEWS.COM | JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (01/10/2026). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat sekitar pukul 14.45 WIB ini menandai peralihan kepemimpinan tertinggi di tubuh Korps Bhayangkara, di mana Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara resmi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah diberhentikan oleh Presiden. Acara pelantikan Kapolri ini menjadi bagian dari agenda utama Istana dalam merombak serta melantik sejumlah pejabat negara dan posisi penting dalam Kabinet Merah Putih.
Proses suksesi kepemimpinan Polri ini berjalan sangat cepat dan lancar setelah mendapatkan persetujuan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada hari yang sama. Sebelumnya, DPR telah menerima Surat Presiden (Surpres) perihal permohonan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon tunggal Kapolri usulan Presiden Prabowo. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Komisi III DPR RI langsung menggelar mekanisme ujian bagi Komjen Suyudi sebelum resmi dilantik guna mendalami visi dan kesiapannya memimpin kepolisian RI.
Uji kelayakan dan kepatutan yang digelar di Gedung DPR RI tersebut berlangsung singkat namun efektif, yakni sekitar 30 menit. Dalam forum tersebut, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, memimpin jalannya uji kelayakan dan meminta konfirmasi langsung dari para anggota dewan mengenai calon tunggal tersebut. Keputusan untuk menyetujui pengangkatan Suyudi diambil secara aklamasi setelah meraih kesepakatan bulat dari seluruh fraksi partai politik, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), hingga pimpinan DPR RI.
Usai merampungkan tahapan di tingkat komisi, keputusan tersebut dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan secara resmi. Di hadapan para peserta rapat, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta persetujuan akhir dari seluruh anggota dewan yang hadir dengan bertanya, "Selanjutnya kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto, sebagai Kapolri apakah dapat disetujui?". Seruan kata "setuju" yang bergema dari seluruh peserta rapat langsung disusul dengan ketukan palu oleh Puan Maharani sebagai tanda sahnya pengangkatan kepemimpinan baru Polri tersebut.
Dengan tuntasnya seluruh rangkaian legalitas di parlemen dan dilanjutkannya prosesi pelantikan serta kenaikan pangkat di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini resmi memegang tongkat komando kepemimpinan Polri. Kehadiran Kapolri baru ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam penegakan hukum, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memperkuat sinergi institusi kepolisian dengan kebijakan strategis pemerintah di bawah naungan Kabinet Merah Putih.