Notification

×

Iklan

Iklan

HIMAS dan IPMASKA Silaturahmi dengan Anggota DPD RI Aceh

Jumat, 12 Juni 2020 | 09.28 WIB Last Updated 2020-06-12T16:32:30Z
Dok.Foto Silaturahmi Himas dan Ipmaska dengan Dr.Ir.Abdullah Puteh ,M.Si 

Gemarnews.com - Solo , Senator Asal Aceh yang juga mantan  Gubernur Aceh 2000 -2004, Dr. Ir Abdullah Puteh, M.Si  bertemu dengan puluhan tokoh masyarakat Aceh di Solo, Kamis, 11 Juni 2020 malam.

Selain bersilaturahmi, pertemuan Anggota DPD RI Periode 2019 - 2024 bersama sejumlah tokoh masyarakat Aceh yang terhimpun dalam Himpunan Masyarakat Aceh Solo Raya  (HIMAS) dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Surakarta (IPMASKA) tersebut juga membicarakan mengenai fasilitasi pembangunan meunasah Aceh dan juga Sekretariat untuk Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Solo.(12/06/2020).

Ketua HIMAS dalam pertemuan itu meminta kepada Abdullah Puteh dan juga Pemerintah Aceh untuk memperhatikan masyarakat Aceh dan juga mahasiswa Aceh yang saat ini sedang berada di Solo. Mengingat sejarah panjang para perantau Aceh di Solo dan terbentuknya Ikatan Putera Atjeh Surakarta di Surakarta, tanggal 13 Maret 1955 yang diketuai oleh Sjahbudin Mahjudin, Sekretaris T. Abdullah Ubit hingga kini berganti nama menjadi HIMAS. 

Hal itu disampaikan H. Iskandar mengingat selama ini sering kita meminta kepedulian kepada Pemerintah Aceh terutama untuk adik adik mahasiswa namun hingga kini belumlah tetealisasi termasuk saat Pak Abdullah Puteh masih menjabat sebagai Gubernur Aceh. 

“Hal itu menurutnya penting mengingat meunasah  tersebut nantinya akan  dipakai oleh berbagai kalangan di Solo untuk berbagai keperluan, terutama tempat singgah sementara untuk perantau yang baru menginjak kakinya di Solo, maulid,pertemuan rutin, dan kegiatan lainnya yang bersifat sosial dan keagamaan.

Hal senada juga disampaikan oleh Jiyad Ahmad Khalid, Ketua IPMASKA, menurutnya selama ini kami merasa seperti di anak tirikan oleh Pemerintah Aceh, kita melihat dan mendengar bagaimana perhatian dan bantuan Pemerintah Aceh untuk rekan rekan kami  yang menuntut ilmu di daerah lain, bahkan dalam satu kawasan bisa tiga sampai empat asrama untuk dijadikan mess atau sekretariat mahasiswa, padahal selama ini banyak pejabat Aceh yang berkunjung ke Solo, namun terkesan banyak yang lupa dan menutup mata tentang keberadaan kami disini. 

Dalam kesempatan yang sama Abdullah Puteh menanggapi keinginan dan aspirasi yang disampaikan tersebut, dan beliau akan menyampaikan kepada Pemerintah Aceh agar segera memprioritaskan penyediaan sekretariat untuk Mahasiswa yang ada di Solo.

"Mahasiswa adalah aset bangsa, insya Allah akan saya perjuangkan. Namun perlu juga saya klarifikasi bahwa di masa saya menjabat Gubernur Aceh, mungkin hanya masyarakat Aceh di Solo yang tidak tersentuh akibat minimnya ketersediaan anggaran untuk Pemerintah Aceh di masa itu. 20 % anggaran APBA saat itu khusus kita anggarkan untuk peningkatan sumber daya manusia di Aceh melalui program Bea Siswa Pemerintah Aceh untuk semua jenjang pendidikan baik dalam negeri maupun luar negeri." pungkasnya mengakhiri. 

Pertemuan itu sendiri dihadiri oleh Mukhlis Ismail, Syarief Tarmizi, Adi Fa yang merupakan sesepuh dan  tokoh masyarakat Aceh di Solo dan Juga Razali Ismail Ubit yang merupakan Calon Wakil Walikota Surakarta.(Raju )
×
Berita Terbaru Update