Notification

×

Iklan ok

Kabid Perdagangan: Jika ada Permainan Harga gas 3 Kg, lapor Saja Pada Kami

Rabu, 29 Juli 2020 | 20.23 WIB Last Updated 2020-07-29T13:23:31Z
Gemarnews.com
Bireuen - Menjelang lebaran Idul Adha 1441 H/2020 M, banyak masyarakat mengeluh akan kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Bireuen.

Menurut Ary Putra Pratama, warga Desa Leubu Cot, Kecamatan Makmur mengaku kepada awak media , Rabu (29/7), dalam beberapa hari ini sangat sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg di pangkalan.

Disebutkan Ary, beberapa hari lalu sempat masuk mobil pengangkut elpiji 3 kg di wilayah Gandapura dan Makmur, namun tidak berselang lama, gas ludes terjual. Bahkan banyak warga yang sudah lama mengantri tidak kebagian.

"Sudah 4 hari saya keliling mencari gas untuk keperluan memasak, akibat kelangkaan tersebut, usaha jualan terpaksa diberhentikan sementara waktu. Seharusnya, dinas terkait lebih memerhatikan kebutuhan masyarakat menengah ke bawah," tegasnya.

"Biasanya di Keude Guruegok stok gas banyak, tapi beberapa hari ini cepat habis. Kami berharap, ke depannya gas elpiji 3 kg tidak lagi langka, karena bisa menghambat pekerjaan dan juga penghasilan masyarakat," sebut Sayuti.

Sementara saat dikonfirmasi Oleh Media, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Bireuen, Ir Alie Basyah M Si, melalui kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Bireuen, Azhar SE mengatakan, salah satu penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg di Bireuen karena kebutuhan masyarakat sebakin besar, sedangkan stok gas yang di distribusikan tidak mengalami perubahan.

"Sebanyak 2.700.000 tabung gas di distribusikan ke sekitar 300 pangkalan resmi setiap tahunnya. Pada saat disalurkannya gas, aparatur desa setempat mengetahuinya. Dianjurkan kepada keuchik untuk mengawasi penjualan dari setiap pangkalan," ujar Azhar.

Pada prinsipnya, sebut Azhar, kios eceran iligal tidak bisa menjual gas elpiji 3 kg. Namun jika juga dijual, masyarakat bisa melaporkan ke Disperindagkop dan UKM Bireuen.

"Jika ada yang menjual gas eceran melebihi kebetuhan dan ada oknum yang bermain dalam penyimpangan gas, langsung dilaporkan ke Dinas Perdagangan. Pihak dinas akan menindaklanjutinya," ungkap Azhar. (*)
×
Berita Terbaru Update