Notification

×

Iklan

Iklan

Asik Main Game Online, 10 Remaja Diamankan Polisi

Sabtu, 09 Januari 2021 | 12.52 WIB Last Updated 2021-01-09T05:52:27Z

Gemarnews.com, Pidie Jaya - Polisi mengamakan 10 remaja yang asyik nongkrong sampai larut malam di tengah wabah virus Corona atau Covid-19.

Belasan remaja itu dituding tak mengindahkan imbauan physical distancing yang digembor-gemborkan pemerintah sebagai salah satu cara menghambat penularan Covid-19.

10 remaja yang diamankan tersebut berusia rata - rata 15 tahun, mereka masih berkeliaran bermain Game Online sampai dini hari sekira jam 03.00 di areal terminal tipe B Gampong Meunasah Bie Kecamatan Meurah Dua Pidie Jaya.

Kapolres Pijay AKBP Musbagh Niam. S.Ag.,SH.,MH melalui Kapolsek Meurah Dua Iptu Syahril. SH mengatakan, pihaknya setiap saat melakukan patroli pengaman kantibmas di wilayah hukum Polsek Meurah Dua, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan remaja berkeliaran sampai dini hari pihaknya langsung lakukan pemantauan di lokasi

Dari hasil pemantauan tersebut personil polsek Meurah Dua langsung mengambil tindakan pengamanan terhadap 10 remaja yang masih bermain game online hingga dini hari dan pihaknya ikut mengamankan 4 unit sepeda motor roda dua, 1 unit laptop merk Samsung, 9 unit handpone android berbagai merk.

“Kami mengamankan 10 remaja ini dipilsek karena mereka masih usia sekolah berada di warung kopi sampai dini hari,” kata Iptu Syahril.

Dari hasil penyelidikan dan pengakuan 10 remaja tersebut mereka hanya bermain game online, kondisi ini sudah sangat meresahkan masyarakat dimana pada usia remaja luput dari pengawasan orang tua.

Pihaknya selalu mendapatkan laporan dari masyarakat, selain bermain game online ada beberapa kelompok remaja lain yang sudah terindentifikasi melakukan tindak pidana perampokan dan perampasan dikawasan jalan Baru (jalan REL).

“Selayaknya diumur sekolah tidak baik masih berkeliaran diluar rumah sampai dini hari, apalagi hanya sebatas main game online dan harapan saya 10 remaja ini tidak boleh luput dari pengawasan orang tua,” harap Kapolsek Meurah Dua.

Rencana pada pagi hari sabtu (9/1) pihaknya akan memanggil keucik dan orang tua dari 10 remaja tersebut untuk dilakukan pembinaan sehingga tidak mengulangi hal yang tidak baik bagi mereka dan keluarga.

Harapanya peran penting orang tua, keluarga dan aparatur Gampong untuk selalu mengawasi sehingga tidak terjadi segala bentuk kegiatan yang merugikan anak karena anak meupakan aset bagi keluarga, Gampong dan negara.

“Saya berharap seluruh keluarga dan aparatur gampong untuk selalu mengawasi pergaulan anak - anak ini, karena mereka merupakan aset dari bangsa ini,” Pungkas Iptu Syahril. (nas)




×
Berita Terbaru Update