Notification

×

Iklan

Iklan

Perluas Pasar Ekspor Produk Agrikultura,Mendag Lepas Ekspor Perdana Produk Semangka ke Uni Emirat Arab

Rabu, 21 April 2021 | 21.58 WIB Last Updated 2021-04-21T14:58:48Z

Dok.foto : Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas ekspor perdana produk semangka sebanyak 14,5 ton senilai USD 11,46 ribu ke Uni Emirat Arab (UEA).


Gemarnews.com , Cikarang Utara – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas ekspor perdana 
produk semangka sebanyak 14,5 ton senilai USD 11,46 ribu ke Uni Emirat Arab (UEA). Pelepasan ekspor dilakukan TaniHub Group yang merupakan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi pertanian (start-up agritech). Pelepasan ekspor berlangsung di National Fulfillment Center TaniHub Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat pada hari ini, Rabu (21/4).

Produk ekspor semangka berasal dari petani binaan perusahaan di Lampung untuk memenuhi permintaan pasar di UEA. TaniHub Group memperkirakan adanya potensi permintaan yang berkelanjutan dari pasar UEA mencapai 156 ton per bulan. 

Hadir pada acara ini CEO TaniHub Group Pamitra Wineka dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan, serta hadir secara virtual Menteri Koperasi dan Usaha Kecil 
Menengah Teten Masduki dan Dubes RI untuk UEA Husin Bagis.

“Selamat untuk TaniHub Group atas ekspor perdana produk pertanian ini. Diharapkan TaniHub Group dapat menjadi pilar perekonomian Indonesia. Kemendag akan menjadi mitra utama 
TaniHub Group dalam membantu memperluas pasar ekspor. 

Semoga pelepasan ekspor perdana ini
akan menjadi langkah baik dalam membawa nama harum Indonesia ke dunia,” kata Mendag.

Mendag menyampaikan, ekonomi Indonesia harus tumbuh tiga kali lipat GDP per kapita hingga tahun 2038. Jika tidak, Indonesia akan terperangkap dengan jebakan kelas menengah. Untuk 
keluar dari jebakan kelas menengah, Indonesia harus melakukan investasi di dua bidang yaitu infrastruktur dan transfer teknologi.

“TaniHub Group telah menjembatani dua hal tersebut, yaitu melakukan investasi di bidang infrastruktur melalui platform digital dan transfer teknologi. Selain itu, acara ini juga dilakukan berdasarkan basis ekonomi. Artinya, tidak ada subsidi tapi seluruh pihak yang terlibat pada proses 
ini mendapatkan keuntungan yang wajar,” jelas Mendag.

Menurut Mendag, infrastruktur berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Tanpa infrastruktur, kita tidak dapat menambah nilai tambah hingga ke pelosok Indonesia. Tanpa nilai 
tambah, masyarakat tidak bisa sejahtera. Hari ini TaniHub Group menyiapkan infrastruktur tersebut. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih dan merasa bangga karena TaniHub Group 
yang telah menciptakan nilai tambah untuk Indonesia,” tutur Mendag.

Sebagai perusahaan perintis, lanjut Mendag, TaniHub Group berhasil mendekatkan petani dengan 
pasar dan pelaku bisnis. “Saya berharap akan tercipta keseimbangan pasar baru dalam menentukan harga. Saya juga yakin nantinya industrialisasi pertanian Indonesia akan berjalan dan TaniHub Group akan menjadi pilar utama Indonesia yang dapat mendekatkan petani dengan 
kesejahteraan,” tambahnya.

Mendag menuturkan, Indonesia telah diprediksi ke depan akan menjadi pemberi solusi (solution maker) dari permasalahan dunia di masa datang seperti krisis energi, pemanasan suhu global, dan krisis pangan. “Dengan terbukanya pasar ekspor ini, Indonesia mulai menjalankan tugas ketiga, yaitu feeding the world atau memastikan bahwa seluruh dunia mempunyai makanan yang cukup 
untuk rakyatnya,” imbuh Mendag.
Mendag juga menekankan, Kemendag siap membantu untuk mewujudkan Indonesia yang mendunia melalui dukungan terhadap akses pasar dan jejaring kemitraan.

Menkop UKM Teten juga menambahkan, produk pertanian memiliki peluang besar untuk memasuki pasar global. “Saya ucapkan selamat untuk TaniHub Group, diharapkan ekspor pertanian Indonesia akan semakin ditingkatkan untuk dapat mendorong ekspor nasional. Hal ini 
sejalan dengan arahan Presiden RI yaitu mendorong kontribusi ekspor produk UKM,” ujar Teten.

Sementara itu, menurut CEO TaniHub Group Pamitra, TaniHub Group melihat adanya kesempatan merambah pasar ekspor sebagai upaya memberikan akses pasar seluas-luasnya kepada petani 
lokal. Langkah ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap arahan dan kebijakan Presiden RI bahwa e-commerce (niaga elektronik/niaga-el) harus dapat diakses oleh pasar global agar produk￾produk Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk-produk dari negara lain.

“Pelepasan ekspor perdana kali ini merupakan upaya nyata bagi perusahaan rintisan di bidang pertanian Indonesia untuk membentuk ekosistem ekspor baru. Ekspor ini mengawali rencana TaniHub Group untuk melakukan ekspor komoditas pertanian Indonesia lainnya ke UEA,” ujar 
Pamitra.

Pamitra juga mengungkapkan, dorongan Pemerintah agar pelaku industri niaga-el agrikultur melakukan ekspor sangat penting untuk memotivasi para petani Indonesia. Dorongan ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian Indonesia, serta memperbaiki 
neraca perdagangan Indonesia. Pelepasan ekspor ini merupakan bukti bahwa TaniHub Group telah siap menjadi ekosistem ekspor agrikultura 4.0.

Sementara itu, Dubes Husin berharap melalui pelepasan ekspor ini TaniHub Group dapat menjaga dan meningkatkan kualitas barang yang diekspor, termasuk dalam memilih kemasan dan menentukan harga yang wajar. “Kami siap memberikan dukungan sepenuhnya untuk perluasan 
pasar ekspor tidak hanya ke UEA tapi ke negara di Kawasan timur tengah lainnya bahkan ke dunia,” ungkapnya.

Selain ke UEA, TaniHub Group juga tengah menjajaki potensi ekspor buah semangka senilai Rp15,31 miliar ke pasar Singapura, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia. TaniHub Group berencana akan mengekspor komoditas lainnya seperti 58.000 kg semangka senilai Rp667 juta, 
28.000 kg nanas (Rp504 juta), 57.000 kg pisang (Rp826,5 juta), dan 38.000 kg jeruk (Rp551juta).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Maret 2021, ekspor hasil pertanian Indonesia mencapai USD 390 juta atau meningkat 25,04 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2020. 

Nilai ekspor pertanian menyumbang 2,15 persen terhadap total eskpor Indonesia per Maret 2021 yang mencapai USD 18,35 miliar.

Sekilas tentang TaniHub Group
TaniHub Group merupakan perusahaan rintisan yang didirikan pada 2016 untuk menjadi ekosistem yang komplit dan terintegrasi di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan melalui 
berbagai pengembangan. Adapun tiga pengembangan yang dilakukan yaitu, pertama, TaniHub, (platform niaga el) bagi pemasaran produk pertanian. Aplikasi TaniHub dapat ditemukan di playstore dan appstore. Kedua, TaniFund (platform fintech) untuk memudahkan akses permodalan bagi petani, peternak, dan nelayan. Ketiga, TaniSupply sebagai sarana infrastruktur rantai pasokan
(supply chain) pertanian 4.0 untuk mempermudah pemrosesan dan pendistribusian produk segar dari petani. 

TaniHub Group telah memberikan nilai tambah bagi 55.000 petani melalui peningkatan produktivitas petani sebesar lebih dari 30 persen dan menghasilkan harga beli akhir konsumen 10 persen lebih rendah. 

Petani binaan TaniHub Group juga mendapatkan beberapa keuntungan yaitu pendampingan agar petani dapat menghasilkan komoditas dengan kualitas ekspor. Petani binaan juga mendapatkan 
peningkatan nilai jual jika dibandingkan dengan sistem penjualan komoditas pertanian ke pasar konvensional dengan waktu dan mekanisme pembayaran yang lebih jelas. Selain itu, petani juga 
mendapatkan kepastian penyerapan komoditas dalam jumlah besar, sehingga menghindari kerugian petani saat panen berlimpah.

Saat ini, TaniHub Group memiliki enam fasilitas pergudangan dan pemrosesan hasil panen petani, yaitu fasilitas Processing and Packing Center di Malang dan National Fulfillment Center di Cikarang dan Distribution Center di Bandung, Surabaya, Kertasura, dan Bali.
Seluruh infrastruktur dirancang agar proses lebih efektif dalam memberi kepastian bahwa kualitas panen petani tetap terjaga dan memberi nilai tambah kepada produk petani. TaniHub Group siap
melangkah lebih jauh dengan adanya infrastruktur rantai pasok (supply chain) yang didukung oleh teknologi termutakhir.

TaniHub Group juga telah tersertifikasi ISO 27001 dan halal serta melayani 300.000 pembeli, baik pada segmen bisnis (B2B) maupun segmen retail .

×
Berita Terbaru Update