Notification

×

Iklan

Iklan

Kisah Pilu Adik Mantan Ajudan Panglima GAM Pusat yang Tubuhnya Tak Bisa Digerakkan

Selasa, 01 Juni 2021 | 22.41 WIB Last Updated 2021-06-01T20:40:36Z

Gemarnews.com, Pidie Jaya - Nita Suria (36), seorang ibu muda di Kabupaten Pidie Jaya hanya bisa tergolek lemas di tempat tidurnya. Sudah satu tahun ini Ia tidak bisa beraktivitas seperti sediakala. 

Tubuhnya tidak bisa digerakkan karena kelumpuhan (terjepit saraf pinggang) yang dideritanya. Padahal dua anaknya masih kecil.

Sebenarnya Nita sudah pernah di bawa ke RSZA dua kali, tapi tak ada perubahan Pengobatan ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka terpaksa di bawa pulang kerumah.

"Semua aktivitas dilakukan di tempat pembaringan. Anak saya ini lumpuh sejak setahun terakhir. Karena suaminya mencari nafkah, Nita terpaksa tinggal  di rumah saya  untuk mendapatkan perawatan," akui ibunya, Nuraini Musa kepada wartawan, Selasa (1/5/2021).

Nita terjepit saraf pinggang hingga mengalami kelumpuhan separuh badan kebawah. Diagnosa : Pleural Effusion in Conditions Classified Elsewhere
Efusi pleura adalah suatu kondisi ketika terdapat cairan abnormal dalam rongga pleura. Pleura merupakan suatu lapisan tipis yang melapisi paru-paru dan dinding dada. Di antara pleura yang melapisi paru-paru dan dinding dada, terdapat rongga pleura.

Secara normal, terdapat sedikit cairan dalam rongga ini yang berfungsi sebagai pelumas antara kedua pleura saat pergerakan paru-paru ketika bernapas.

Pekerjaan Suami
Nita Suria beserta suami dan dua anaknya tinggal di desa  Abah Lueng Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, Anak sulungnya seorang masih SMP, sementara anak bungsu merupakan SD. Keduanya terbilang masih kecil.

Sementara itu, suami Nita bekerja sebagai buruh tani dan kebun warga setempat dan sekitarnya yang gajinya tak seberapa.

Mantan Ajudan Panglima Pusat
Nita merupakan adik kandung dari Jalaluddin yang merupakan ajudan Tgk Abdullah Syafii panglima pusat GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Mau minta bantuan kepada pemerintah juga, kami belum ada akses untuk menjumpai Bupati Pidie Jaya, H. Aiyub Abbas," ungkap Ilyas.

Ilyas berharap kondisi keluarganya diketahui oleh pemerintah, sehingga istrinya bisa mendapat bantuan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

"Kami butuh bantuan. Semoga kondisi kami di sini bisa tersalurkan melalui media. Tolong kami adik. Kalau bisa, istri saya butuh kursi roda," pinta Ilyas dengan sendu sembari mata berkaca - kaca.

Kepedulian 
"Kepedulian serta uluran tangan dari Dinas Sosial Pidie Jaya untuk bantuan kursi roda dan biaya untuk pendampingan pasien sangat dibutuhkan'", harap Ramadhana Koordinator Aksi Peduli Ummat (APU).

Ibu Nita ini butuh penanganan medis secara cepat dan tepat, selama ini karena keterbatasan biaya untuk pendampingan pasien, keluarga membawa Nita untuk berobat kampung.

Nita membutuhkan bantuan dan uluran tangan orang baik agar bisa berobat kembali secara medis di rumah sakit, pungkas Dona Paru. (*)
×
Berita Terbaru Update