Notification

×

Iklan

Iklan

Mengenal Lebih Dekat Calon Keuchik Termuda Gampong Keutapang Bambong

Senin, 07 Juni 2021 | 16.00 WIB Last Updated 2021-06-07T09:00:03Z
Dok.foto : Muksalmina , Calon Keuchik paling muda, lulusan Ekonomi Syariah  Al-Hilal Sigli , Aktivis HMI 



GEMARNEWS.COM , PIDIE - Gampong Keutapang Bambong Kecamatan Delima kabupaten Pidie, akan  melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Keuchik masa bakti 2021 – 2027 pada 22 Juni mendatang. Terdapat 3 kandidat calon Keuchik yang akan memperebutkan  kursi nomor satu di desa itu, salah satunya Muksalmina, S.Hi, yang berada di posisi nomor urut 1 pada pemilihan nanti.

Dibandingkan dengan dua kandidat lainnya, Muksalmina merupakan Calon Keuchik paling muda, pasalnya pria lulusan Ekonomi Syariah  Al-Hilal Sigli ini merupakan kelahiran tahun 1990, atau masih berusia 31 tahun. Sementara dua kandidat lainnya masing-masing kelahiran 1974.

Keutapang Bambong merupakan desa kelahirannya, dan tidak berlebihan jika dikatakan dia sebagai putra asli gampong tersebut, pasalnya kedua orangtuanya juga lahir di gampong yang sama.

Pendidikan terakhir yang ditempuh oleh Ayah dari satu putri ini adalah Sarjana Hukum Islam, dan seluruh jenjang pendidikan dia selesaikan di Kabupatten  Pidie. Pada 2002 dia menamatkan SD Pangge Pilok, 2005 SMPN 2 Delima, 2008 SMAN 1 Delima, dan pada 2014 mendapatkan gelar S.Hi di PT Al-Hilal Sigli.

Pada masa kuliah dulu, anak dari pasangan M. Jafar dan Iryani ini merupakan aktivis HMI Sigli yang selalu berada di garda terdepan  dalam membela kepentingan masyarakat. Kini kesehariannya berprofesi sebagai wiraswasta.

Pengalaman dalam organisasi mahasiswa telah memantapkan dirinya siap untuk menjadi pengabdi masyarakat. Selain memiliki pengalaman  yang cukup  dalam organisasi kampus, dirinya juga pernah dipercayakan menjadi Ketua BUMG Keutapang Bambong.

Menurut pangakuannya, tujuan mencalonkan diri sebagai keuchik Gampong Keutapang Bambong adalah untuk mengabdikan diri di tanah kelahirannya. Berbekal  pengetahuan dan pengalaman yang dia miliki, maka sudah sepantasnya diaplikasikan di desa tempat dirinya menetap.
×
Berita Terbaru Update