Notification

×

Iklan

Iklan

Globalis dan Neokolonialisme

Rabu, 14 Juli 2021 | 21.22 WIB Last Updated 2021-07-14T14:22:15Z

Globalis dan Neokolonialisme

Dok.foto Penulis  : Muhamma Ridha, mahasiswa UIN Ar - Raniry



GEMARNEWS.COM , Dharma Pongrekun, seorang jendral bintang tiga yang memimpin bagian cyber di kepolisian Indonesia. Dalam bukunya Indonesia dalam Rekayasa Kehidupan, menjelaskan bagaiamana jelas jelasnya suatu kelompok atau organisasi global yang bergerak ingin menghancurkan seluruh negara dan menyatukannya dibawah naungan satu sistem organisasi tersebut. Umumnya statement seperti elite global atau konspirasi, dianggap bualan belaka oleh banyak orang. Perbedaan pandangan soal tatanan dunia, menyebabkan orang orang saling mengadu mulut, karena berbeda dengan apa yang dipelajarinya selama ini.

Ada banyak orang yang membicarakan secara langsung bagaiaman dunia digerakkan oleh sebuah kelompok yang bisa disebut sebagai elite global.  Soekaro sebagai seorang revolusioner dan juga sebagai presiden pertama Indoenesia menentang keras atas Gerakan globalis yang dapat menghancurkan negara tanpa sebutir peluru. 

Dalam suatu kesempatan berpidato Soekarno dengan lantangnya berkata ” Saya benci Imperialisme, Saya menantang Kolonilisme, dan saya Curiga terhadap cara terakhir mereka yang terpojok itu untuk bertahan. Kami bertekad, dan dunia keseluruhan, tidak bisa dijadikan sebagai sebuah permaianan oleh ‘bagian terkecil’ dunia saja”.

Imperialisme dan kolonalisme yang merupakan istilah dari kata penjajahan . Imperialisme sebagai bentuk penjajahan terhadap budaya, ekonomi, politik dan militer. Tujuannya adalah menguasai suatu tempat atau wilayah tertentu bahkan negara. Begitu pula dengan koloniliasme yang merupakan Gerakan penjajah untuk menguasai wilayah atau suatu negara.

Sistem kapitalis tidak pernah mati pada bagian politik, bahkan berkembang pesat di belakang pengetahuan ummat manusia. Terlebih lagi soal ekonomi dan sosial, yang begitu mudahnya menyusup kedalam pikiran ummat manusia saat ini.

Soekaro juga memperkenalkan kata Nekolim atau Neokolonialisme, yang merupakan istilah dari penjajahan modern. Secara tidak sadar negara negara di dunia dijajah oleh ‘Kelompok kecil’ yang memiliki power. Dalam potongan pidato Soekarno diatas, ‘bagian terkecil’ yang dipahami oleh sebagian jurnalis adalah Elite Global atau istilah lain Globalis. Tujuan dari mereka mengeruk habis ekonomi dunia, mengontrol populasi, menyatukan satu sistem dan banyak lainnya. Pernyataan tersebut terdapat dalam buku Dharma Phongrekun, Indonesia dalam Rekayasa Global.

Bentuk kesadaran seperti itu sangatlah kurang bagi kita masyarakat Indonesia, yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah, budaya yang beragam, dan Agama yang masih terjaga. Namun sayang, di mata otoritas global bahkan para intelektual, kesadaran tentang bahaya Globalis hanyalah sebuah khayalan yang disebut Konspirasi. 

Seringkali mereka yang membuka suara terhadap hal ini dikucilkan bahkan tidak pernah didengar sama sekali. Upaya membangkitkan kesadaran akan sulit, karena semua berawal dari Pendidikan yang memberikan ilmu kepada orang orang dengan pemahaman modern yang diselubungi oleh mereka yang para globalis. Untuk sekarang tidak sedikit dari para aktivis yang melawan, tidak sedikit para intelektual yang bersuara, para agamawan, dan banyak dari pihak lainnya. 

Ichsanuddin Noorsy seorang pakar Ekonomi senior dengan berbagai pengalaman dan gelar Dokter diterimanya. Noorsy bisa dikatakan sebaga seorang Aktifis dalam persoalan Ekonomi, ketidakpercayaannya terhadap Bank dunia dan juga IMF yang membuat sebagian orang tidak menyukainya. 

Buku Bangsa Terbelah sebagai karya yang fenomenal, menjelaskan dengan tegas bagaiamana dunia sedang dijajah lewat hutang yang terus diberikan. Sebagai salah satu orang yang sangat menolak peminjaman hutang di IMF, Noorsy bisa dikatakan sebagai Anti nekolim, dari perjuangannya tersebut. 

Penolakan tegasnya terhadap Vaksin sebagai bisnis Farmasi global, penolakan terhadap IMF sebagai bagian dari Globalis, dan juga penelitiannya yang menentang Otoritas Global, apakah bisa dibiliang sebagai penganut Konspirasi? Atau diejek dengan orang yang ‘halu’?.

Maka dari hal tersebut, tidak semua kebenaran berada dalam sebuah Pendidikan dan media mainstream. Penjajahan modern yang disebut Bung Karno Neokolonialisme, sedikit demi sedikit terbuka. Apa yang  sebenarnya terjadi di Dunia, tidak selamanya benar dalam sebuah pemerintahan. 

Menegeruk habis Ekonomi negara, menghancurkan politik negara, sosial masyarakat yang rusak, dan budaya & agama terus dilemahkan, menjadi sebuah Agenda bagi mereka, yatu para Elite Global ( Globalis). Bangkitnya kesadaran dan perjuangan akan membuat penguasa bengis takut. Sedikit tentang pemikiran marx, ukuran kemajuan dalam sosial dapat dilihat bagaiamana mereke mereka mengelola ekonomi. Sosial itu luas, dan ekonomi mampu menggeraknya atau sebaliknya.

Penulis : Muhamma Ridha, mahasiswa UIN Ar - Raniry
×
Berita Terbaru Update