Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Bener Meriah Adakan Rakor Dengan Korwil Korsupgah KPK Wilayah Aceh

Kamis, 04 November 2021 | 20.37 WIB Last Updated 2021-11-04T13:40:39Z

Gemarnews.com, Redelong - Jajaran Pemkab Bener Meriah mulai Plt. Bupati, Sekda hingga jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir mengikuti rapat koordinasi pemberantasan tindak pidan korupsi dengan  Korwil Korsupgah KPK Wilayah Aceh Agus Priyanto di Aula Pendopo Bupati. Kamis (03/11/2021)

Plt. Bupati Bener Meria Dailami dalam kesempat itu menyampaikan selamat datang kepada Korwil Korsupgah KPK Wilayah Aceh beserta rombongan di Kabupaten Bener Meriah. 

Dalam kesempatan yang baik ini perkenankan kami menyampaikan beberapa informasi tentang kondisi terakhir terkait dengan penyelenggaraan pemerintah dan beberapa upaya pencegahan tindak pemerintahan dan beberapa upaya pencegahan tindak pidana korupsi di kabupaten bener meriah dalam penyelenggaraan pemerintahan,ada beberaapa prestasi yang pernah diraih oleh pemda kabupaten bener meriah pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah kembali menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI terhadap laporan keuangan Tahun Anggaran 2020. Penerima DID terbesar se-Sumatera yaitu sebesar 63,87 Miliyar dan yang menjadi salah satu indikator Bener Meriah bisa menerima DID adalah nilai MCP nya harus baik. 

“Selanjutnya secara khusus dapat kami sampaikan kepada bapak Agus Priyanto menyangkut dengan upaya Kabupaten Bener Meriah dalam memberantas tindak pidana korupsi terintegritasi,sebagaiberikut : Pada tahun ini kami terus berupaya untuk mencapai komitmen target MCP-KPK 8 (delapan) area/bidang yaitu, bidang perencanaan dan penganggaran sudah mencapai 45,5%, bidang pengadaan barang dan jasa sudah mencapai 68,1%, bidang perizinan sudah mencapai 71,3%, bidang pengawasan apip sudah mencapai 48,7%, bidang manajemen asn sudah mencapai 44,7%, bidang optimalisasi pajak daerah sudah mencapai 48,4%, bidang manajemen aset daerah sudah mencapai 51,3%, bidang tata kelola dana desa sudah mencapai 67,1%. Kalau diakumulasikan secara keseluruhan dari 8 (delapan) area/bidang maka persentase progres keberhasilan capaian komitmen target MCP-KPK Kabupaten Bener Meriah pada semester II triwulan ke IV ini sudah mencapai 55% dengan kategori sudah biru dan berada di urutan ke 6 dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. Kendatipun sebelumnya Bener Meriah pada pertengahan Oktober yang lalu sudah pernah menduduki peringkat ke-3 se-Aceh," kata Plt. Bupati Bener Meriah.

masih dikatakan Dailami, upaya yang dilakukan untuk mencegah tindak pidana korupsi di Kabupaten Bener Meriah,kami juga ikut berpartisipasi dan pro aktif dalam pelaksanaan kegiatan Survey Penilaian Integritas (SPI) yang diselenggarakan kpk sejak bulan Agustus dan baru selesai pada akhir Oktober 2021 yang lalu,dengan hasil survey akhir Bener Meriah mendapat angka sebesar 76%.

Lebih jauh disampaikan Plt. Bupati Dailami bahwa Kabupaten Bener Meriah telah menerapkan pendidikan anti korupsi sejak dini disetiap jenjang pendidikan sekolah mulai dari sekolah SD, SMP, dan SMA. Dari hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh APIP/Inspektorat pada bulan Oktober yang lalu, pendidikan anti korupsi di sekolah dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah sudah mulai diterapkan,namun belum masuk menjadi kurikulum secara khusus. Secara umum pada mata pelajaran sudah membahas tentang 9(sembilan) nilai pendidikan anti korupsi yaitu, jujur, peduli,mandiri,disiplin, bertanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. “Kedepannya kami terus berupaya agar pendidikan,anti korupsi dapat ditetapkan menjadi salah satu kurikulum di semua jenjang pendidikan, terutama sekolah SD, SMP, dan SMA dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah,”ujarnya.

Diakhir arahannya, Plt. Bupati Dailami mengatakan, upaya untuk memberantas tindak pidana korupsi dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, pihaknya terus mendukung dan meningkatkan peran dan fungsi APIP dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. “Kami menyadari bahwa dari beberapa upaya yang telah kami lakukan terkait pencegahan tindak pidana korupsi terintegrasi di Kabupaten Bener Meriah masih jauh dari kata sempurna dan maksimal,oleh karenanya kami sangat mengharapkan bimbingan, saran dan masukan dari pak Agus beserta tim yang hadir untuk memudahkan kami melakukan perbaikan kedepannya,"tutupnya.

Sementar itu Agus Priyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya baru pertama kali datang ke Kabupaten Bener Meriah. " Pertemuan ini bukan kebetulan sudah pasti ada yang mengerakkan, kehadiran kami di Kabupaten Bener Meriah selain silaturahmi juga dalam rang terkait pencegahan korupsi terintegrasi di Kabupaten ini," ucapnya.

Selain itu kata Agus, pihaknya juga akan melakukan pembahasan titik-titik rawan yang telah ditentukan oleh KPK dan beberapa stakeholder menempatkan beberapa ling area, yang disitu katanya ada beberapa resiko korupsi dan akan dibuat sistem agar orang akan susah melakukan tidak korupsi.

Terkait Bener Meriah masuk dalam kenaika peringkat ke 4 dalam capaian MCP, Agus mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Bener Meriah.

Selanjutnya dia juga menyampaikan terkait korupsi kita lebih baik mencegah dari pada mengobati, tentunya dengan visi yang sama dalam pencegahan tidak pidana korupsi. (*)

Wartawan : Zakiya Mahe Bujang
×
Berita Terbaru Update