Notification

×

Iklan

Iklan

Kegelisahan Pandita Kuil Palani Andrwer, Rada Krina Ketika Tidak Ada Lagi Melanjutkan Kepemimpinan Kuil Hindu Thamil di Aceh

Jumat, 24 Desember 2021 | 20.33 WIB Last Updated 2021-12-24T14:27:11Z


PENULIS: SALMIZA


Kuil Palani Andawer terletak di tengah kota Banda Aceh, Jl. Teungku Dianjung, Keudah, Kec. Kuta Raja, Kota Banda Aceh, provinsi  Aceh. Kuil Palani Andewer  ini yang sedang di pimpin oleh seorang pemuda yang asal keturunannya asli dari India yang bernama Rada Krisna, asal nenek dari india ke Aceh, Rada Krisna ini ia merupakan generasi  kedua yang lahir di  aceh. 


Jadi kuil palani andewer di bangun pada tahun 1938 yang membangun kuil ini di aceh yaitu kakek dan nenek dari pandita Rada Krisna  yang berdagang  ke aceh pada masa itu. Dari tahun 1938 hingga tahun 2004 umat Hindu di Aceh lumanyan banyak di bandingkan setalah pasca stunami yang melanda di Aceh sejak tanggal 26 Desember 2004 silam.


Perbincangan kami bersama Pandita Rada, Senin, 18 Oktober 2021 sebelum stunami melanda di Aceh beberapa tahun silam umat Hindu lumanyan banyak. Setiap minggu kuil kami selalu ramai saat beribadah dan kami umat Hindu selalu membuat acara rutinitas ritual setiap bulan bahkan setiap tahun kami selulu mengelar ritual Pangguni Ulthiram yang berarti hari kemenangan bagi  Dewa Muruga. 


Akan tetapi  setalah Stunami yang melanda di aceh sangat banyak  umat Hindu yang terbawa arus stunami dan hanya sedikit lagi umat kami yang tertingal di aceh. Dan sebagian umat kami (Hindu) setelah pasca stunami ada yang pulang ke daerah asal India, ada yang merantau entah kemana dan ada yg pindah ke Sumatra.


Setelah pasca tsunami  Kuil thamil di Aceh sering juga membuat rutinitas tahunan yaitu mengelar ritual Pangguni Ulthiram atau disebut  dengan hari kemenangan bagi  Dewa Muruga. Meskipun setelah pasca stunami, Hindu di  Aceh sangat keterbatasan umat akan tetapi ritual Pangguni Ulthiram tetap ramai sama seperti  sebelum stunami, semua itu berkat masyarakat Aceh (muslim) yang masih memperdulikan agama Hindu dan juga dukungan dari saudara2 umat Hindu dari Sumatra yang ikut  menyelenggarakan Rituan Agama Hindu Di Aceh.


Pandita atau pimpinan kuil Palani  Andewer, rada krisna menggatakan sangat berterimakasih kepada masyarakat aceh yang muslim dan masyarakat aceh yang non muslim, yang telah mendukung dan ikut berpartisipasi dalam menyaksikan ritual Pangguni Ulthiram yang kami selenggarakan setiap tahun.


Saat ini Agama Hindu di Aceh sangat  keterbatasan Umat, setiap hari saat peribadatan terkadang hanya mereka berdua yaitu Pandita Rada Krisna dan Istrinya. Pandita atau pimpinan kuil Palani  Andewer, rada krisna mengatakan selama pandemi covid 19 ini sudah  dua tahun tidak menyelenggarakan ritual tahunan dikarnakan  tidak boleh berkerumunan di kota banda Aceh. Maka mulai dari situlah Pandita rada khawatir terhadap umat hindu saat ini di Aceh. Hari semakin hari kuil sangat sepi saat beribadah tambah lagi ritual rutinitas tahunan tidak bisa di selenggarakan.


Pandita kuil Palani  Andewer, rada krisna mengatakan umat Hindu di Banda Aceh saat ini sangat sedikit yang  berjumlah lebih kurang 50 jiwa. Usaha Pendita saat ini belum terwujudkan untuk mengantikan kepemimpinan beliau tapi Pendita rada tak pernah menyerah untuk selalu  berusaha agar ada pegantinya yang merawat Kuil Hindu di Aceh, Pendita pergi kesetiap rumah-rumah umat Hindu yang ada di Banda Aceh dan menyakan kesedian mereka untuk mengatikan kepemimpinan pendita Rada Krisna yang dari 2004 hingga sekarang belum ada yang mengantikannya. 


Pendita maunya orang yang mengantikan kepemimpinan beliau yaitu orang Hindu yang ada di Aceh dan Pendita bersedia mengwariskan ilmu-ilmu  atau tata cara merawat Kuil Hindu Andewer yang ada di Aceh.



×
Berita Terbaru Update