Notification

×

Iklan

Iklan

Vaksinasi di Bener Meriah Naik Menjadi 73,2 Persen, Dailami: Semoga Ekonomi Masyarakat Kembali Bergeliat

Selasa, 28 Desember 2021 | 23.02 WIB Last Updated 2021-12-28T16:02:36Z
Gemarnews.com, Redelong -  Pesta rakyat selama sepekan melalui event pacuan kuda tradisional di Kabupaten Bener Meriah membawa dampak perubahan positif meskipun saat negeri sedang dilanda pandemi Covid-19. Dengan event pacuan kuda tersebut, selain meningkatnya geliat ekonomi, juga mendongkrak capaian persentase vaksinasi di Kabupaten Bener Meriah. 

Kabupaten yang terletak di lembah gunung api Burni Telong dapat mencapai target persentase vaksinasi yang ditentukan Pemerintah. Pada Minggu malam (26/12/ 2021), capaian vaksinasi di Bener Meriah mencapai angka 71,7 persen. Lalu pada Selasa siang (28/12/2021),  persentase vaksinasi di Bener Meriah naik menjadi 73,2 persen. 

Plt Bupati Bener Meriah Dailami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat yang sudah menyukseskan pelaksanaan vaksin, dimana Bener Meriah mampu mendapatkan angka 73,2 persen.

“Kepercayaan masyarakat yang tinggi untuk divaksin demi memutuskan mata rantai covid-19, kami ucapkan terima kasih yang mendalam. Kami berikan apresiasi kepada petugas di lapangan yang sudah berjuang, bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan vaksin kepada masyarakat,” kata Dailami.

“Alhamdulilah pesta rakyat selama sepekan dalam event pacuan kuda juga berlangsung sukses. Masyarakat kita butuh refresing, butuh hiburan. Namun di lain sisi capaian vaksin juga memenuhi target,” kata Dailami Selasa (28/12/2021).

Plt Dailam harapkan masyarakat Bener Meriah untuk kembali bangkit dari keterpurukan akibat virus Covid-19. "Sudah saatnya ekonomi dipulihkan. Kebun kebun kopi diurus dengan baik, apalagi harganya juga sudah membaik,” kata Dailami.

Begitu pula dengan sumber usaha lainnya, semua dapat digerakkan. Dengan adanya beragam event kegiatan pendorong ekonomi, seperti pacuan kuda yang sukses dilaksanakan, semoga perekonomian masyarakat juga semakin membaik, kata Dailami.

Bupati Bener Meriah sangat berharap dengan keadaan masyarakat yang sudah divaksin bahkan melebihi target bisa secepatnya memulih keadaan perekonomian masyarakat, dimana masyarakat dapat berakvitas seperti sedia kala.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah, Ilham Abdi, SSTP, MAP yang ikut mendampingi Plt Bupati Dailami mengatakan, dengan capaian vaksin 73,2 persen lebih, bahkan tahun 2021 masih tersisa beberapa hari lagi, kemungkinan pesertasenya akan mengalami peningkatan.

Ilham Abdi memaparkan hingga Selasa 28 Desember 2021, total yang sudah divaksin dosis 1 mencapai 89.070 orang. Terdiri dari Jumlah SDM Kesehatan divaksinasi: 1.950. Jumlah Petugas Publik divaksinasi: 9.354. Lansia divaksinasi: 10.330, serta masyarakat  yang sudah divaksinasi : 57.623 dan remaja 9.813.

Untuk dosis 2, jumlahnya mencapai 48.257, terdiri dari SDM Kesehatan divaksinasi: 1.930, Petugas Publik:  5.602, Lansia: 5.280, masyarakat divaksinasi: 29.065 dan remaja: 6.380. Lalu dosis 3 mencapai 1.513. Dengan demikian, sebut Ilham, total yang sudah divaksin mencapai 138.840 orang.
 
Sebelumnya angka yang sudah divaksin hanya 57 persen pada 14 Desember. Namun dengan dilaksanakan pacuan kuda, angka itu naik 71,7 persen pada Minggu 26 Desember. Dan pada Selasa 28 Desember 2021, angka itu telah mencapai 73,2 persen.

“Pada prinsipnya kegiatan pacuan kuda adalah pesta rakyat. Namun kesempatan ini dipergunakan untuk  menarik perhatian masyarakat, agar mereka mau divaksin. Alhamdulilah terbukti efektif, angka yang divaksin terus meningkat,” ujar Ilham.

Kegiatan yang mengundang keramaian ini sukses dilaksanakan dengan menerapkan Prokes. Masyarakat dianjurkan menjaga jarak, memakai masker dan yang masuk ke lapangan pacuan kuda dicek vaksinnya. Bila mereka sudah divaksin maka dia bebas masuk ke arena pacuan kuda.

“Kita bersyukur dengan adanya pacuan kuda ini geliat ekonomi kembali bangkit. Apalagi harga kopi sudah membaik, walau baru usai panen, ada tersisa sedikit yang belum panen. Perputaran ekonomi, berbagi rejeki dapat dilihat di arena pacuan kuda,” lanjut Ilham.

Para penjaja makanan, penjual buah-buahan, penjual kopi, mainan anak-anak, sampai ke tukang parkir dan penjaga keamanan serta kebersihan semuanya mendapat bagian rejeki. Keadaan ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat.

Ke depannya, dengan adanya capaian vaksin yang memenuhi target, untuk kegiatan keramaian masyarakat sudah dapat dilaksanakan. Tentunya dengan catatan tetap menjaga Prokes, mematuhi aturan dan tetap menjaga imun tubuh, agar mata rantai Covid-19 dapat diputuskan.

Bener Meriah yang dikenal dengan topografi alamnya berbukit dan berlembah, bukan hanya menjadi panorama yang indah, namun juga terbentang luas hamparan perkebunan dan pertanian. Kabupaten yang dilahirkan dari rahim Aceh Tengah ini ada dua iklim, yakni panas (hampir sama halnya dengan kawasan pesisir) dan beriklim sejuk/dingin. 

Dengan anugerah iklim demikian, kawasan ini dapat tumbuh beragam jenis tanaman yang menjadi sumber ekonomi utama masyarakat. Salah satu tanaman andalannya adalah kopi. Tercatat kabupaten ini memiliki areal kebun kopi mencapai 47.000 hektar dengan produksi pertahun mencapai 46.000 ton. (*)

Wartawan : Zakiya Mahe Bujang
×
Berita Terbaru Update