Notification

×

Iklan

Rumah Warga Siren Terancam Ablas ke Sungai

Selasa, 18 Januari 2022 | 14.13 WIB Last Updated 2022-01-18T07:13:08Z

Gemarnews.com, Pidie Jaya - Wardini (40), terlihat sangat ketakutan melihat kondisi rumahnya yang terancam amblas ke Sungai Lueng Putu akibat hujan yang mengguyur Pijay . 

Apalagi baru tiga bulan rumah tersebut ditepati oleh warga miskin tersebut di Gampong Siren, Bandar Baru, Pijay.

" Rumah ini baru tiga bulan ditempati, akibat hujan dan meluapnya air Krueng Putu membuat dapur dan pondasi rumahnya terkikis air," ujar Wardini, Selasa (18/1/2022).

Banjir pertama tiga hari yang lalu dapur yang amblas ke sungai, tadi malam banjir lagi, nyaris saja rumah saya ambruk kesungai. Kini Wardiani tidak berani lagi menempati rumah tersebut, terpaksa hijrah dan menumpang nginap dirumah tetangga.

sehingga rumah ini nyaris terjatuh ke sungai, 
Baru tiga bulan ditempati rumah warga miskin di Gampong Siren, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, hampir jatuh ke sungai akibat hujan deras mengguyur Pijay tadi malam sehingga meluapnya Krueng Putu, Selasa (18/1). Rumah tersebut diketahui milik Wardiani (40) Warga Gampong Siren, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Wardiani kesehariannya bekerja sebagai tukang cuci di rumah-rumah warga, yang penghasilannya tidak menentu. Kadang cukup-cukup buat makan saja, kata dia, dan biaya jajan sekolah anaknya yang masih duduk dibangku SMP.

Yang membuat Wardiani sedih, biaya pembangunan rumah yang terbuat dari papan itu masih terutang, terpaksa saya pinjam sana sini untuk menyelesaikan pembangunan rumah ini, karena sudah gak sanggup lagi menyewa rumah. Mirisnya baru tiga bulan saya tempati rumah ini ambruk kesungai.

Selain itu, Rumah Nilawati (45) dan Muhammad Yakob (60) di Gampong Meunasah Udeung, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya kondisinya tidak jauh berbeda dengan Rumah Wardiani di Gampong Siren.

Rumah ke dua warga miskin ini hanya berjarak satu meter dari sungai dan nyaris amblas ke sungai akibat terjangan banjir luapan sepekan terakhir yang melanda Pidie Jaya.

Warga berharap Pemerintah setempat untuk segera mengatasi persoalan ini, kalau tidak dibangun tebing sungai (penahan) rumah kami bakal hanyut dibawa arus, pungkasnya. (TS)
×
Berita Terbaru Update