Notification

×

Iklan

Mirisnya Peduli Pemerintah, Terhadap Pendidikan Daerah Pedalaman Lokop Serbajadi Aceh Timur

Rabu, 09 Februari 2022 | 12.44 WIB Last Updated 2022-02-09T05:50:26Z
Oleh : Arpin
Mahasiswa Jurusan komunikasi dan penyiaran islam
Serambi Mekkah Banda Aceh

Gemarnews.com, Opini - Pendidikan merupakan salah satu pemutus tali kemiskinan. Seperti apa yang dilakukan Negara Jepang pada masa perang dunia ke-2, dimana pada saat itu, Jepang mengalami kekalahan dan kehancuran total, sehingga pemerintahnya saat itu berpikir bagaimana bisa kembali membangun negaranya, yaitu dengan mengumpulkan para guru dan dokter yang masih tersisa untuk membangun kembali negaranya.

Pemerataan pendidikan di pedalaman Aceh Timur serbajadi yang diwacanakan oleh pemerintah belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat terutama yang berada pada daerah pedalaman serbajadi Aceh Timur. Wacana tentang pemerataan pendidikan belum sepenuhnya terealisasi dengan baik. Sehingga sampai saat ini masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan atau belum merasakan kehidupan yang layak.

Masyarakat daerah pedalaman serbajadi Aceh timur telah membiasakan anak-anaknya untuk bekerja sejak usia dini, untuk membantu pekerjaan orang tuanya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan materi yang mereka miliki atau dengan kata lain perekonomian masyarakat di daerah pedalaman Aceh Timur masih dibawah rata-rata.
Jangankan untuk menyekolahkan anak-anaknya, untuk menutupi kebutuhan sehari hari saja mereka masih sangat susah.

Adapun sekolah didaerah pedalaman serbajadi Aceh Timur memiliki sarana dan prasarana yang masih terbatas. selain itu, minimnya fasilitas dan hiburan dikarenakan jauh dari keramaian kota membuat banyak guru yang merasa tidak nyaman dan mengajukan pindah kesekolah yang berada di perkotaan. Sangat susah mencari guru yang sukarela untuk mengabdi didaerah pedalaman serbajadi Aceh timur. Hal ini tentu dapat menyebabkan turunnya mutu pendidikan di daerah pedalaman ini.

Selain sarana dan prasarananya yang harus ditingkatkan, pemerintah juga harus bijak dalam mengambil suatu kebijakan tentang pendidikan, contoh pada saat penerapan kurikulum 2013, dimana ada penambahan jam belajar siswa disekolah, itu tidak mencerminkan bahwa kementerian pendidikan dan kebudayaan melihat kondisi pendidikan didaerah pedalaman tersebut. 

Penambahan jam pelajaran bukanlah solusi yang tepat sebelum komponen-komponen dalam pendidikan itu diperbaiki. Ada pun menurut saya, tidak ada alasan pemerintah untuk tidak membangun dan memperbaiki kualitas pendidikan didaerah pedalaman serbajadi Aceh Timur, apalagi anggaran pendidikan sangat lah besar.

Kemudian untuk memajukan daerah ini, pemerintah harus memulai dari peningkatan mutu pendidikannya supaya menghasil siswa-siswi  yang bermutu. Apalagi saat ini peningkatan perekonomian negara itu berpusat di pedesaan, maka sebaiknya peningkatan mutu pendidikan tidak berpusat di perkotaan saja, melainkan juga didaerah pedalaman serbajadi Aceh timur. (*)
×
Berita Terbaru Update