Notification

×

Koordinasi Dengan Dinas Pertanian, Tani Merdeka Aceh Tamiang Bahas Program Demplot Lahan Tindak Lanjut MoU PT. Bio Energy Rimba

Rabu, 19 November 2025 | 13.41 WIB Last Updated 2025-11-19T06:41:35Z

Koordinasi Dengan Dinas Pertanian, Tani Merdeka Aceh Tamiang Bahas Program Demplot Lahan Tindak Lanjut MoU PT. Bio Energy Rimba

GEMARNEWS.COM - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Aceh Tamiang melakukan koordinasi dengan Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang untuk membahas rencana pelaksanaan program demplot lahan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara DPW Tani Merdeka Aceh dan PT. Bio Energy Medan pada 10 November 2025 lalu.


Dalam MoU tersebut, PT. Bio Energy Medan memberikan kuota awal seluas 50 hektare untuk dilakukan demplot lahan sawah di wilayah Aceh Tamiang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan-lahan pertanian melalui uji tanah, penerapan teknologi pertanian, serta model budidaya yang lebih efektif.


Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi, menjelaskan bahwa tahap awal pelaksanaan akan dimulai dengan survei lapangan bersama Dinas Pertanian, termasuk pengambilan sampel tanah untuk diuji di laboratorium.


“Untuk tahap awal ini kita diberikan kuota mengajukan sebanyak 50 hektare lahan sawah yang akan didemplot. Awalnya kita akan turun ke lapangan bersama Dinas Pertanian dan mengambil sampel tanah untuk uji lab guna melihat kualitas kesuburan tanah,” ujar Prawira Haji.


Sementara itu, Irwan Hadi, SP, selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan, menyambut baik langkah Tani Merdeka yang dinilai telah menjembatani kepentingan petani dan membuka peluang peningkatan produksi.


“Pada dasarnya kami sangat mendukung maksud baik dari teman-teman Tani Merdeka Aceh Tamiang yang sudah menjembatani kebutuhan petani, termasuk dengan upaya menghadirkan PT. Bio Energy Rimba. Untuk rencana program demplot, kami menyarankan agar diprioritaskan lahan-lahan ekstrem di wilayah pesisir, di mana produksi padi masih rendah dan hanya panen sekali setahun,” jelasnya.


Menanggapi saran tersebut, Prawira Haji memastikan bahwa hasil koordinasi ini akan diteruskan kepada DPW Tani Merdeka Aceh dan pihak PT. Bio Energy Rimba untuk dipertimbangkan dalam penentuan lokasi prioritas.


“Saran dari Pak Kabid akan kita sampaikan kepada DPW Tani Merdeka Aceh dan PT. Bio Energy Rimba untuk dapat dipertimbangkan, khususnya terkait demplot di wilayah pesisir. Meskipun belum seluruh lahan dapat terakomodir, kita upayakan agar program ini bisa berjalan di Kabupaten Aceh Tamiang,” tutupnya.


Program demplot lahan ini diharapkan menjadi langkah awal meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat sinergi antara petani, Tani Merdeka, pemerintah daerah, dan pihak swasta demi kemajuan ketahanan pangan Aceh Tamiang*

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update