GEMARNEWS.COM, BANDA ACEH - Nuzulul Azmi, Wakil Ketua DPP Bidang Pelayan Publik Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA), mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menetapkan Provinsi Aceh sebagai Daerah Bencana Nasional, menyusul kerusakan parah yang melanda berbagai wilayah di Aceh akibat bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang semakin kritis dan membutuhkan penanganan cepat serta bantuan skala nasional. 28/11/2025.
Menurut laporan masyarakat dan relawan di lokasi, kerusakan fasilitas publik telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan. Sejumlah jembatan nasional di kawasan Pidie Jaya dan Bireuen mengalami kerusakan berat hingga terputus, mengakibatkan akses transportasi antarwilayah menjadi lumpuh. Selain itu, sejumlah sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, serta ratusan rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian rata dengan tanah akibat banjir dan longsor.
Di Kabupaten Bireuen, kerusakan semakin meluas dengan tumbangnya menara atau tower listrik, menyebabkan pemadaman di banyak titik dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini semakin memperburuk situasi warga yang tengah dalam kondisi kesulitan.
Terkini, Kabupaten Aceh Tengah terisolasi total akibat banjir dan longsor yang melumpuhkan semua akses jalan darat ke kabupaten tetangga seperti Bireuen, Aceh Utara, Gayo Lues, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Pidie, menyulitkan pemerintah daerah dalam menangani bencana.
Tak hanya itu, bencana ini juga berdampak besar pada sektor pertanian. Diperkirakan ratusan ribu hektar sawah rusak atau gagal panen, memicu ancaman krisis pangan dan menambah beban ekonomi masyarakat Aceh yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.
Akibat kerusakan yang luas tersebut, ribuan masyarakat Aceh terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi pengungsian sementara. Para pengungsi kini sangat membutuhkan bantuan logistik berupa makanan, pakaian, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan anak dan perempuan. Kondisi cuaca yang masih tidak menentu meningkatkan risiko kesehatan bagi warga di kamp pengungsian.
Dalam pernyataannya, Nuzulul menegaskan bahwa skala kerusakan dan dampak kemanusiaan sudah melewati batas kemampuan pemerintah daerah untuk menangani secara mandiri.
“Ini bukan lagi bencana skala lokal. Kami mendesak Pemerintah Pusat segera menetapkan Aceh sebagai Daerah Bencana Nasional. Tanpa status ini, alokasi bantuan, penanganan, serta mobilisasi sumber daya tidak akan maksimal,” tegas Nuzulul.
Dengan penetapan status Bencana Nasional, diharapkan Pemerintah dapat mengerahkan bantuan secara lebih cepat dan terstruktur demi memulihkan Aceh dari keterpurukan dan mencegah bertambahnya korban. Pungkasnya.