Gemarnews.com, Pidie – Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 857/Gana Gajahsora serta Vertical Rescue Indonesia (VRI) melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, dengan Desa Baro Yaman, Kabupaten Pidie, Sabtu (24/01/2025).
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis. Jembatan Gantung Garuda diharapkan dapat menjadi jalur evakuasi saat terjadi bencana banjir, sekaligus jalur strategis untuk menunjang aktivitas sosial, pertanian, dan perekonomian masyarakat sehari-hari.
Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Danramil 24/Mutiara Timur Kapten Inf Yunus Emha, S.Pd., S.H., menjelaskan bahwa jembatan gantung tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI.
“Jembatan Gantung Garuda ini merupakan bagian dari Program 1.000 Jembatan di seluruh Indonesia. Pengerjaannya dilaksanakan oleh TNI bersama tim Vertical Rescue Indonesia, dengan panjang bentangan sekitar 70 meter dan lebar 1,20 meter,” ujar Kapten Inf Yunus Emha.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan ini sangat vital karena mampu memangkas jarak tempuh antar desa, sekaligus menjadi jalur alternatif dan evakuasi saat terjadi bencana alam. Selama ini, warga harus menempuh jalur memutar yang cukup jauh untuk mencapai desa seberang.
Pembangunan jembatan telah berlangsung selama sekitar satu pekan dengan progres mencapai sekitar 30 persen. Sejumlah tahapan penting telah dilaksanakan, mulai dari penentuan titik A di Desa Tiba Mesjid dan titik B di Desa Baro Yaman, penggalian pondasi, pengelasan tiang gapura, hingga pengecoran pondasi gapura. Seluruh pekerjaan dilakukan secara intensif demi mempercepat penyelesaian jembatan yang menjadi harapan besar masyarakat.
Sementara itu, Mahdi, Geuchik Desa Baro Yaman, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan gantung tersebut. Ia menyebut Jembatan Gantung Garuda sebagai “asa masyarakat” yang telah lama dinantikan.
“Jembatan ini sangat kami harapkan. Semoga proses pembangunannya berjalan lancar dan cepat rampung agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Geuchik Desa Tiba Mesjid, Ariadi, yang atas nama pemerintah desa dan seluruh warga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pertahanan RI, TNI, serta Vertical Rescue Indonesia atas bantuan dan kepedulian yang diberikan.
“Jembatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Akses antar desa menjadi lebih mudah, mempermudah pengangkutan hasil panen, memperpendek jarak ke kebun dan sawah, serta menjadi jalur alternatif menuju desa seberang,” pungkasnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur fisik semata, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara negara, aparat, relawan, dan masyarakat dalam membangun konektivitas serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah, tuturnya.