Program ini didanai oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, yang bertujuan mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional melalui inovasi kreatif berbasis teknologi.
Proyek ini berfokus pada pengembangan platform digital berupa aplikasi dan website interaktif yang memuat Hadih Maja Aceh secara sistematis dan mudah diakses. Hadih Maja merupakan salah satu bentuk warisan sastra lisan Aceh yang mengandung nilai-nilai pendidikan, etika, dan kebijaksanaan hidup, sehingga dinilai penting untuk dilestarikan melalui pendekatan digital.
Dr. Syamsul Bahri menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis untuk memastikan warisan budaya tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Digitalisasi Hadih Maja adalah bagian dari ikhtiar pelestarian budaya. Kami ingin nilai-nilai luhur ini dapat diakses, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan masa depan melalui media yang mereka gunakan sehari-hari,” ujarnya.
Pengembangan aplikasi tersebut bekerjasama dengan Khairul Amin sebagai developer dari LaKaspia, yang juga merupakan guru MAN 2 Banda Aceh. Saat ini, aplikasi masih berada pada tahap perancangan dan pengembangan sesuai dengan konsep dan struktur yang telah dirancang dalam program.
Khairul Amin menjelaskan bahwa proses pengembangan aplikasi dilakukan berdasarkan kontrak yang telah disetujui Dr. Syamsul Bahri bersama LaKaspia serta sesuai dengan arah dan konsep yang telah ditetapkan dalam proyek.
“Saya mengembangkan aplikasi ini dengan mengikuti kontrak yang telah disepakati serta sesuai instruksi dan konsep yang telah dirancang oleh Dr. Syamsul Bahri, terutama dalam memastikan Hadih Maja dapat ditampilkan secara sistematis, mudah diakses, dan sesuai dengan tujuan pelestarian budaya,” ujar Khairul Amin.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara bidang pendidikan dan teknologi menjadi pengalaman penting dalam menghadirkan inovasi berbasis kearifan lokal.
Program ini diharapkan dapat menghasilkan platform digital yang tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan referensi budaya bagi pelajar, guru, peneliti, dan masyarakat luas.