Tim kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Makassar sesaat bertolak ke desa Serule Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah menggunakan heli kopter, tim tersebut akan bertugas selama 10 hari diwilayah tersebut. (agoes)
GEMARNEWS.COM,
TAKENGON
– Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Yan
Budianto di damping Sekretaris Agusnaidi, melepas relawan tenaga
kesehatan untuk membantu penanganan dampak bencana di Kecamatan Ketol,
Kabupaten Aceh Tengah. Kamis (08/01/2026)
Relawan
yang diberangkatkan merupakan tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas profesi
yang dengan sukarela dan penuh keikhlasan mengabdikan diri untuk melayani
masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Yan Budianto
pada saat pelepasan mengatakan fokus utama penugasan saat ini berada di Kecamatan
Ketol yaitu Desa Burlah, Kekuyang, Bugeara dan Bintang Pepara, Bergang, Pantan
Redup dan Karang Ampar.
Sedangkan untuk Kecamatan Linge masih harus
menggunakan sling penyeberangan untuk menuju 5 kampung yaitu, Linge, Jamat,
Delung Sekinel, Kute Reje dan Reje Payung dengan jumlah penduduk 532 KK.
“Sekarang
kita koordinasikan agar tidak ada daerah yang kelebihan tenaga dan tidak ada
daerah yang kekurangan. Semua harus merasakan distribusi layanan kesehatan yang
adil dan sesuai kebutuhan masyarakat,” Ungkap Yan Budianto.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, sesaat melepas tim Kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Makassar. "terimakasih kepada saudara-saudara kami yang sudah datang untuk membantu." ungkap beliau.
Pada hari
ini, kamis (8/1/2026) relawan diberangkatkan ke wilayah dengan tingkat
kesulitan tinggi, antara lain Bener Meriah, Takengon, termasuk daerah yang
hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
“Kami membawa tim yang lengkap, termasuk
psikolog klinis dan psikiater untuk penanganan trauma healing, karena pemulihan
tidak hanya fisik tetapi juga mental masyarakat terdampak,” tambah Agusnaidi
Budaya Sekretaris POSKORDA Aceh Tengah.
Tim
relawan terdiri dari berbagai disiplin, mulai dari dokter spesialis mata,
bedah, neurologi, anak, dokter umum, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga
laboratorium, radiografer, kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga psikolog
klinis dan psikiater yang difokuskan pada layanan trauma healing, khususnya di
posko pengungsian.
Sejak hari
ketiga pascabencana, Kemenkes telah mengirimkan tenaga kesehatan ke wilayah
terdampak. Namun pada tahap awal, pengiriman dilakukan secara mandiri oleh
masing-masing rumah sakit. Melalui koordinasi terpusat, distribusi relawan kini
dilakukan lebih merata agar seluruh wilayah terdampak mendapatkan pelayanan
kesehatan sesuai kebutuhan. (tim)

