Aceh Timur – Sudah lebih dari satu bulan pascabanjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur, bantuan dana pemulihan ekonomi dan peralatan rumah tangga yang dijanjikan pemerintah belum juga direalisasikan. Kondisi ini membuat para pelaku usaha kecil semakin terpuruk.
Muhammad, salah seorang pengusaha pangkas rambut di Kota Idi Rayeuk, tepatnya di Dusun Calok V, Kecamatan Idi Rayeuk, mengaku hingga kini belum menerima bantuan apa pun. Akibat banjir, seluruh peralatan usahanya rusak parah sehingga ia tidak dapat lagi membuka usaha.
“Kami dengar pemerintah menjanjikan bantuan pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan perabot rumah tangga Rp3 juta. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Sudah sebulan lebih saya tidak bisa mencari rezeki,” ujar Muhammad kepada rekan media, Rabu (7/1/2025).
Ia berharap pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera mencairkan bantuan tersebut. Menurutnya, kondisi ekonomi korban banjir semakin sulit, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
“Ramadan sudah di depan mata. Ini bulan penuh berkah, tapi kami malah tidak bisa berbuat apa-apa. Tempat usaha hancur, kursi pangkas rusak, semua peralatan habis diterjang banjir. Bagaimana kami mau beroperasi lagi?” keluhnya.
Muhammad menuturkan, selama hampir sebulan terakhir ia hanya bisa pasrah karena tidak memiliki modal untuk memperbaiki atau membeli kembali peralatan usaha. Ia berharap pemerintah tidak hanya memberi janji, tetapi segera merealisasikan bantuan agar para pelaku usaha kecil bisa bangkit kembali.
“Kami tidak minta yang macam-macam, hanya hak kami sebagai korban banjir. Tolong segera direalisasikan,” pungkasnya.
