Aceh Tamiang — Ratusan prajurit dari Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Yonif 115/ML dikerahkan untuk melaksanakan aksi kemanusiaan dengan membersihkan SD Negeri 04 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Minggu (04/01/2026).
SD Negeri 04 Kuala Simpang menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan cukup berat akibat terjangan banjir bandang. Luapan air bercampur lumpur menggenangi halaman sekolah hingga masuk ke seluruh ruang kelas.
Lumpur tebal yang telah mengering menutupi lantai, sementara sampah rumah tangga, puing-puing kayu, serta material bangunan berserakan di berbagai sudut sekolah, bahkan sebagian tersangkut di atap gedung.
Kondisi tersebut menyebabkan proses belajar mengajar belum dapat dilaksanakan secara normal tanpa adanya penanganan cepat dan menyeluruh.
Melihat kondisi tersebut, Satgas Penanggulangan Bencana Alam Yonif 115/ML bergerak cepat bersama masyarakat setempat melaksanakan gotong royong pembersihan.
Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti sekop, cangkul, sapu, dan gerobak dorong, para prajurit bahu-membahu membersihkan lumpur dan sampah dari dalam ruang kelas maupun area halaman sekolah. Selain itu, alat berat berupa excavator turut dikerahkan untuk mengangkut timbunan lumpur dan material berat yang sulit dibersihkan secara manual.
Tidak hanya itu, beberapa personel juga difokuskan untuk membersihkan atap bangunan sekolah dari tumpukan ranting dan batang kayu besar yang terbawa arus banjir. Proses pembersihan semakin dipercepat dengan bantuan penyemprotan air menggunakan mobil pemadam kebakaran guna melunakkan lumpur yang telah mengeras, sehingga lebih mudah dibersihkan.
Kehadiran dan bantuan dari Satgas Gulbencal Yonif 115/ML mendapat sambutan hangat dari warga sekitar dan pihak sekolah. Mereka mengaku sangat terbantu, mengingat keterbatasan tenaga, peralatan, serta kondisi pascabencana yang masih menyulitkan masyarakat untuk melakukan pembersihan secara mandiri.
Salah seorang warga setempat, Ibu Nursiah, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh para prajurit TNI.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dari Yonif 115/ML. Tanpa bantuan ini, kami tidak tahu kapan sekolah ini bisa dibersihkan dan digunakan kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sejak banjir bandang melanda, kondisi sekolah sangat memprihatinkan dan membuat warga sekitar kewalahan.
“Lumpurnya sangat tebal, banyak kayu dan sampah besar. Kalau hanya mengandalkan tenaga warga, tentu sangat berat dan membutuhkan waktu lama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ibu Nursiah menuturkan bahwa aksi gotong royong yang dilakukan prajurit TNI memberikan semangat dan harapan baru bagi masyarakat.
Ibu Nursiah berharap agar kegiatan pembersihan ini dapat segera menuntaskan pemulihan sekolah sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Aksi kemanusiaan ini mencerminkan dedikasi dan semangat pengabdian tanpa pamrih dari prajurit Macan Leuser yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana.