GEMARNEWS.COM, PIDIE JAYA – Di tengah sisa lumpur dan duka yang menyelimuti Kabupaten Pidie Jaya pascabanjir dan tanah longsor yang melanda sejak 30 November 2026, secercah harapan hadir dari aksi nyata seorang putra daerah. Ia adalah Tgk Azhar Kiran, guru berprestasi nasional yang kini mendedikasikan diri sebagai jembatan kebaikan bagi warga terdampak bencana.
Sejak hari kelima pascabencana hingga Minggu (15/02/2026), pria kelahiran Koran Dayah, Kecamatan Jangka Buya itu tak henti menyusuri desa-desa terdampak. Bermula dari dana pribadi dan dukungan keluarga, gerakan kemanusiaan tersebut berkembang menjadi aksi kolaboratif yang menyentuh ratusan warga di pengungsian maupun di rumah-rumah yang masih berdiri di tengah genangan lumpur.
Dari Kebutuhan Pokok hingga Cahaya Al-Qur’an
Tak hanya menyalurkan bantuan berupa “uang panik” dan kebutuhan pokok, Tgk Azhar juga memahami bahwa warga kehilangan banyak barang pribadi akibat terjangan banjir. Bersama tim relawannya, ia membagikan puluhan paket pakaian lengkap—mulai dari pakaian bayi hingga dewasa—serta perlengkapan ibadah seperti kain sarung dan mukena.
Namun lebih dari sekadar bantuan material, misi utama yang diemban Tgk Azhar adalah menjaga semangat spiritual masyarakat. Berkolaborasi dengan mentornya, Ustad Abdullah Manaf dari Banda Aceh, serta dukungan donatur seperti Om Budi dan H. Machfud dari PT Nur Ramadhan Wisata, ratusan mushaf Al-Qur’an dan kitab pengajian telah disalurkan ke berbagai titik terdampak.
“Apa yang kami lakukan adalah bentuk keprihatinan mendalam.
Harta benda bisa hilang, namun mendekatkan diri kepada Sang Khalik adalah langkah utama untuk menata hidup kembali,” ujar Tgk Azhar di sela kegiatan distribusi bantuan.
Jejak Distribusi: Menjangkau Titik Terparah
Sejumlah lokasi menjadi fokus penyaluran bantuan, di antaranya:
Gampong Geunteng (Kecamatan Meurah Dua) – Sebanyak 50 mushaf Al-Qur’an diserahkan langsung kepada Keuchik Usman dalam beberapa tahap.
Posko Terminal Meureudu (Meunasah Bi) – Melalui koordinator Tgk Harisman, 70 mushaf disalurkan untuk warga yang berada di pengungsian.
Sepanjang Jalan Banda Aceh–Medan kawasan Meureudu – Sebanyak 30 paket pakaian lengkap dan puluhan mushaf dibagikan kepada warga terdampak yang beraktivitas di sekitar pertokoan dan warung kopi.
Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak warga.
Harapan untuk Pidie Jaya yang Kembali Berjaya
Tgk Azhar, yang pada 2025 meraih penghargaan Guru Terbaik Tingkat Nasional mewakili Aceh, menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya soal bantuan darurat, tetapi investasi sosial dan spiritual jangka panjang.
“Harapan kami, dengan menghidupkan kembali balai pengajian dan aktivitas baca Al-Qur’an di rumah-rumah, cahaya masa depan Pidie Jaya akan kembali bersinar. Kami ingin memastikan daerah ini segera bangkit dan tidak tertinggal,” ungkapnya optimis.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan pewakif yang telah berkontribusi, serta mengajak masyarakat luas—baik di tingkat lokal maupun nasional—untuk terus memperkuat partisipasi dalam gerakan kemanusiaan dan wakaf Al-Qur’an.
Baginya, setiap lembar kain yang menghangatkan tubuh dan setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca adalah amal jariyah yang terus mengalir, sekaligus menjadi fondasi pemulihan sosial dan pendidikan agama di bumi Serambi Mekkah.
“InsyaAllah, dengan kebersamaan, Pidie Jaya akan kembali berjaya,” pungkasnya.