Aceh Timur- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distara): Erwin Atlizar, S.TP, M.Si mengatakan, kelangkaan pupuk terjadi karena terkendala penyaluran.
"Ini karena awal tahun yang menyebabkan proses kontrak pupuk menjadi terkendala dalam penyaluran untuk beberapa pekan, ujarnya kepada media ini,Jumat (6/2/2026).
Pernyataan itu disampaikannya menanggapi keluhan dari para petani adanya kelangkaan pupuk yang terjadi di beberapa kecamatan kabupaten Aceh Timur.
"Kendati demikian pasokan pupuk mulai hari ini telah berjalan yaitu untuk Kecamatan idi Rayeuk 5.00 MT. kecamatan Peureulak 10.00 MT. Banda Alam 25.00 MT.Darul Fallah 10.MT.kecamatan Idi Tunong 5.00 MT Peureulak Timur 5.00 MT.
Masih lanjutnya kecamatan peudawa 20.00 MT kecamatan sungai Raya 15.00 MT kecamatan rantau Peureulak 10.00 MT.ujar Erwin
Erwin juga mengatakan jauh-jauh hari ia telah memantau kondisi dilapangan sehingga kita berkomunikasi dengan pihak PIP agar bisa segera disalurkan.
Namun kemarin adanya kendala terkait gudang penyimpanan pupuk juga terkena banjir sehingga berpengaruh terhadap stok pupuk di gudang
"Alhamdulillah untuk pasokan pupuk untuk para petani sudah kembali normal.pungkas
Kami yakin, dalam pekan ini semua pasokan pupuk dapat normal kembali,"pungkas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distara): Erwin Atlizar, S.TP, M.Si.
Sementara itu pemerhati sosial Aceh Timur Dedi Saputra SH mengapresiasi kinerja dinas terkait dengan respon cepat untuk mengatasi masalah kelangkaan pupuk tersebut.
Masih lanjutnya Dedi Saputra juga mengatakan akan membentuk
Relawan Pengawasan Pupuk Subsidi Aceh (RPPSA) dalam waktu dekat guna untuk membantu masyarakat dan juga dinas terkait, "Alhamdulillah respon tersebut pun diterima oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distara): Erwin Atlizar, S.TP, M.Si.
"Semoga para petani dapat mencapai target dari hasil panennya.pungks Dedi Saputra.
