Notification

×

Warga Pidie Antusias, Jembatan Gantung Garuda segera Difungsikan. 2 Kecamatan terhubung.

Rabu, 04 Februari 2026 | 20.59 WIB Last Updated 2026-02-04T13:59:16Z
Personel Satgas Gulbencal TNI, personel Kodim 0102/Pidie, dan Yonif TP 857/GG.

GEMARNEWS.COM | PIDIE — Harapan warga Desa Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, dan Desa Tiba Masjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, kian mendekati kenyataan. Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menjadi penghubung vital antarwilayah itu kini memasuki tahap akhir dan segera siap difungsikan. Rabu (04/02/2026).

Jembatan ini merupakan bagian dari program pembangunan 1.000 jembatan nasional sebagai bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan Indonesia yang menegaskan bahwa negara hadir dalam mengatasi kesulitan masyarakat.

Pembangunan jembatan Garuda dikabupaten Pidie tersebut dikerjakan oleh Satgas Gulbencal TNI dengan melibatkan personel Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, serta tim Vertical Rescue Indonesia (VRI).

Kehadiran jembatan gantung ini dinilai strategis karena akan memangkas jarak tempuh warga sekaligus memperlancar aktivitas perekonomian, pertanian, pendidikan, dan interaksi sosial masyarakat setempat dan sekitarnya. 

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Danramil 24/Mutiara Timur Kapten Inf Yunus Emha, S.Pd., S.H., menegaskan pengerjaan terus dipacu agar jembatan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam beraktivitas sehari hari.

“Saat ini pembangunan sudah memasuki tahap pemasangan kawat bronjong dinding jembatan, pemasangan lantai, serta pengecatan lantai dan gapura. Kami optimis tiga hingga empat hari ke depan jembatan rampung sepenuhnya, selama tidak ada kendala di lapangan,baik secara teknis maupun nonteknis” ujarnya.

Kepala Desa Tiba Masjid, Hariyadi, menyampaikan apresiasi tinggi dari masyarakat atas pembangunan tersebut. Menurutnya, jembatan ini telah lama dinantikan sebagai akses alternatif yang lebih aman dan efisien bagi warga dua desa.

“Masyarakat sangat berterima kasih.Tentunya jembatan ini akan mempermudah akses ke kebun, sawah,anak sekolah, dan berbagai kegiatan sosial warga, yang tidak harus memutar jauh” katanya.

Dalam proses pengerjaan, Satgas Gulbencal TNI dan tim VRI mendapat dukungan aktif masyarakat setempat. Partisipasi warga mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan desa.

Kolaborasi antara TNI, relawan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kebersamaan dalam membangun masa depan wilayah yang lebih baik.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update