Notification

×

H. Hamdan SH, Ketika Media Tempo Kehilangan Nahkoda

Selasa, 14 April 2026 | 11.22 WIB Last Updated 2026-04-14T04:22:03Z


 

GEMARNEWS.COM, TAKENGON – Cover majalan Tempo edisi 12 April 2026, menampilkan visual Ketua Umum Partai NAsDem, H. Surya Paloh disanalah terlihat bahwa majalah Tempo telah kehilangan Nahkodanya. NasDem bukan komoditas, tetapi restorasi cara berfikir politik yang panjang dan penuh perjuangan. (12/4/2026)

 

Kami melihat penyajian visual tersebut kurang beretika dan tidak sehat dalam berdemokrasi. Justru terlihat sebagai bahan penghinaan, maka dari itu kami merasa perlu bersuara, ungkap Wakil Ketua I Partai NasDem Kabupaten Aceh Tengah H. Hamdan SH.

 

Menurut H. Hamdan, kebebasan berpendapat dan kritik terhadapa tokoh publik merupakan bagian dari  sistem demokrasi yang harus di jaga. Kebebasan tidak boleh di gunakan tanpa batas hingga mengabaikan etika jurnalistik. Publik perlu mendapatkan informasi yang utuh bukan potongan yang menciptakan sensasi.

 

“perbedaan hal yang wajar dalam berdemokrasi, namun didalam penyampaian pendapat harus tetap menjaga etika dan integritas.” Menjadikan Ketua Umum kami sebagai objek framing yang merendahkan bukan hanya persoalan etika jurnalistik, tetapi juga soal tanggungjawab moral. ujar H. Hamdan

 

Ia menambahkan lagi, kritik di bangun atas berbagai persoalan, argumentasi, serta data yang objektif. Bukan melalui framing visual yang di nilai menghakimi perorangan. Kami tidak meminta perlakuan istimewa, kami hanya menuntut keadilan dalam pemberitaan karena. Pada akhirnya yang pertaruhkan bukan hanya nama baik satu tokoh atau satu partai, tetapi kualitas demokrasi kita sendiri.

 

“ketika kritik menjadi upaya membentuk persepsi melalui symbol yang menyerang kehormatan, ini sudah keluar dari etika demokrasi yang sehat.” Hal ini bukan kontrol sosial yang baik. Tapi, menggiring opini yang dapat membentuk persepsi keliru ditengah masyarakat. Kata H. Hamdan.

 

H. Hamdan Mengingatkan bahwa kebebasan pers tetap harus dijalankan profisionalisme dengan cara menghormati martabat orang lain. Kebebasan adalah pilar demokrasi, beretika agar tidak kebablasan.

 

Tidak semua pemberitaan selalu mencerminkan realita yang utuh. Dalam kenyataannya, ada isu menyampaikan justru bertolak belakang dari fakta sebenarnya. Bagi kami di NasDem, harga diri itu bukan untuk ditawar. Tutup H. Hamdan (red/berlayarinfo.com)

 

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update