Notification

×

Pulihkan Akses Pascabencana, Kodim 0102/Pidie Bangun Jembatan Penghubung di Mutiara Timur

Rabu, 29 April 2026 | 20.32 WIB Last Updated 2026-04-29T13:32:22Z
Gemarnews.com, Pidie – Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie melaksanakan prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Pante Beureueh dengan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Rabu (29/4/2026).

Pembangunan jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat di dua desa yang berada di wilayah kecamatan berbeda, yakni Desa Pante Beureueh, Kecamatan Mutiara dan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur.

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos melalui Danramil 09/Mutiara, Kapten Inf Ibrahim menyampaikan bahwa Jembatan Perintis Garuda merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat di daerah terdampak bencana.

“Alhamdulillah, hari ini kembali digelar peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda sebagai akses penghubung dua desa. Kami berharap progres pengerjaan berjalan lancar hingga selesai agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Kapten Ibrahim.

Kegiatan diawali dengan tradisi adat peusijuek dan doa bersama sebagai bentuk harapan agar pembangunan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Dansatgas Pembangunan Jembatan Perintis wilayah Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris menjelaskan, jembatan tersebut akan dibangun dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar 1,2 meter.

Menurutnya, pembangunan akan dikerjakan oleh tenaga ahli yang berkompeten di bidang konstruksi serta diawasi secara ketat guna memastikan proses berjalan sesuai standar teknis.

“Pembangunan ini dilaksanakan secara profesional dengan mempedomani standar konstruksi agar jembatan aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. 

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga wujud nyata perhatian pemerintah dalam memulihkan kondisi sosial dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Sejumlah unsur Muspika, Babinsa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan dukungan kolektif terhadap pembangunan infrastruktur yang dinilai strategis.

Camat Mutiara, Nasrol, S.Pd., M.Pd menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga.

“Selama ini masyarakat harus menempuh jarak lebih jauh untuk menuju desa seberang. Dengan adanya jembatan ini, akses akan lebih mudah, termasuk untuk kebutuhan darurat seperti evakuasi,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat agar segera dapat dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan yang melibatkan TNI AD bersama masyarakat. Selain meningkatkan konektivitas wilayah, program ini juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.pungkasnya.

Gemar Sport

Artikel Pilihan

×
Berita Terbaru Update